EmitenNews.com - Saham sektor teknologi memimpin penguatan bursa Wall Street pada perdagangan Kamis (17/9) mendorong kontrak berjangka saham AS bergerak stabil pada Jumat. Kenaikan ini dipicu oleh penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan melandainya harga minyak dunia yang meningkatkan minat risiko investor.

Pada perdagangan reguler Kamis, indeks Nasdaq Composite melonjak 1,69%, S&P 500 menguat 1,14%, dan Dow Jones naik 0,61%. Penguatan didukung oleh melandainya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke kisaran 4,93% setelah sempat menembus level 5% pada awal pekan.

Berdasarkan data dari Trading Economics, kenaikan Wall Street dipimpin oleh reli saham-saham produsen chip. Sektor ini bangkit setelah kekhawatiran terkait keamanan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan alokasi belanja modal AI sempat memicu aksi jual pada awal pekan.

Sejumlah saham produsen chip mencatatkan penguatan signifikan, di antaranya Intel yang melonjak 7,7%, AMD naik 6,4%, SanDisk menguat 6,2%, Micron naik 5,5%, serta Nvidia yang menguat 2,5%. Penurunan harga minyak dunia turut membantu meredakan kecemasan inflasi dan mendukung reli pasar obligasi AS di seluruh kurva.

Selain itu, Wall Street mendapat sentimen lega setelah pengumuman keputusan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) sesuai dengan proyeksi pasar, kendati para pembuat kebijakan tetap memberi sinyal potensi pengetatan moneter lanjutan demi mengekang inflasi.

Bagi pasar modal Indonesia, melandainya imbal hasil obligasi AS dan reli saham teknologi global ini memberikan sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penurunan yield AS berpotensi menahan arus modal keluar (capital outflow) dari pasar berkembang, sekaligus memberi dorongan bagi saham-saham sektor teknologi dan pendukung infrastruktur digital di Bursa Efek Indonesia (BEI).(*)