Impor China Melonjak 11%, Emas Rebound Dekati USD4.620
:
0
Logam mulia (emas). Foto: Gold Union UK
EmitenNews.com - Harga emas dunia menguat hingga mendekati USD4.620 per ons pada perdagangan Kamis, memulihkan sebagian kerugian dari sesi sebelumnya. Tren penguatan logam mulia global ini turut memberi sentimen positif bagi pergerakan harga emas domestik, seperti emas Antam dan pegadaian di Indonesia, yang kerap bergerak searah dengan pergerakan harga emas dunia.
Mengutip data Trading Economics, kenaikan juga terjadi pada harga perak yang bergerak naik mendekati level USD69 per ons. Penguatan ini terjadi di tengah langkah para investor yang terus mempertimbangkan arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, menjelang pertemuan penting bulan depan.
Sentimen pasar terpengaruh oleh rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Rabu, yang mencatatkan kenaikan melebihi perkiraan pada Juli dan tetap berada di atas target inflasi Fed. Kondisi ini memperkuat prospek bullish terhadap suku bunga acuan.
Saat ini fokus pelaku pasar tertuju pada pidato Ketua Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan di Jackson Hole pada Jumat. Meski demikian, pasar memperkirakan pidato tersebut belum akan memberikan rincian panduan yang jelas terkait arah keputusan kebijakan suku bunga pada September mendatang.
Di sisi lain, pergerakan emas tetap berfluktuasi di dekat level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Dorongan terhadap harga emas dipicu oleh aksi lindung nilai (hedging) yang dilakukan investor guna mengantisipasi risiko krisis utang AS serta potensi pelemahan mata uang dolar AS.
Selain faktor geopolitik dan moneter AS, penguatan harga logam mulia turut mendapat dukungan dari kawasan Asia. Impor emas bersih China melalui Hong Kong tercatat mengalami peningkatan sekitar 11% secara bulanan (month-on-month) pada Juli, yang didorong oleh kuatnya permintaan investasi di negara tersebut.(*)
Related News
Tekanan Inflasi Global Pukul Harga Emas ke USD4.100
Kinerja Keuangan Solid Dorong Penguatan Kontrak Berjangka AS
Harga Minyak Stabil di Tengah Ketidakpastian Diskusi AS-Iran
Kesenjangan Pemahaman, Inklusi Keuangan Syariah Butuh Inovasi Produk
Sambutan Hangat Bos BEI Untuk Rencana Babah Alun Beli Saham Rp5T
Rupiah Pagi ini Rebound ke Level Rp18.000 per Dolar AS





