EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) menguat pada Kamis setelah produsen chip Nvidia memberikan prospek penjualan yang optimis. Perkembangan ini memberikan dorongan bagi pasar modal global, termasuk potensi sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia yang kerap mengekor arah bursa global.

Mengutip data Trading Economics, peningkatan prospek Nvidia menandakan bahwa permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) diperkirakan tetap kuat hingga tahun 2028. Kontrak berjangka Nasdaq 100 melonjak 1%, sementara kontrak berjangka Dow Jones dan S&P 500 masing-masing naik sekitar 0,5%.

Dalam perdagangan setelah jam kerja reguler, saham Nvidia melonjak lebih dari 4% menyusul rilis hasil kinerja kuartal kedua yang melampaui perkiraan pasar. Panduan pendapatan perusahaan yang solid tersebut menjadi bukti baru bahwa investasi global pada infrastruktur AI masih terus melaju pesat.

Penguatan juga meluas ke emiten teknologi lainnya. Saham Salesforce melonjak hampir 13% setelah membukukan pendapatan kuartal kedua di atas ekspektasi, sedangkan saham Okta melonjak 20% didorong peningkatan permintaan terhadap AI berbasis agen.

Lonjakan saham teknologi AS ini berpotensi memicu masuknya aliran modal asing (capital inflow) ke pasar negara berkembang (emerging markets) seperti Indonesia, khususnya pada saham-saham sektor teknologi dan telekomunikasi penunjang infrastruktur digital.

Pergerakan positif ini terjadi setelah sesi perdagangan reguler pada Rabu, di mana Dow Jones sempat turun 0,21%, serta S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melemah tipis 0,02% dan 0,08%.

Saat ini para investor sedang menunggu laporan keuangan lanjutan yang dijadwalkan rilis pada Kamis dari sejumlah emiten besar, antara lain Workday, Autodesk, MongoDB, Dollar General, dan Best Buy.(*)