Importir Tiongkok Tahan Diri, Stok Meluber, Sektor Batu Bara Terancam
:
0
Tampak emas hitam menumpuk di area pertambangan lokal. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup anjlok 4,11 persen menjadi 5.941. Tekanan pada IHSG antara lain disebabkan depresiasi Rupiah 0,71 persen menjadi Rp17.966 per dolar Amerika Serikat (USD). Harga minyak kembali melejit juga memicu kecemasan inflasi yang meningkatkan peluang bagi Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan BI Rate tahun ini.
Secara teknikal, kalau IHSG ditutup di bawah level 5.900, IHSG berpotensi menguji level support 5.750-5.840. Moody's menetapkan peringkat Danantara Investment Management (DIM) pada Baa2 dengan prospek negatif. Peringkat itu, setara dengan peringkat utang Pemerintah Indonesia saat ini, mencerminkan keterkaitan kredit kuat antara DIM dan Pemerintah.
Danantara dianggap memiliki hubungan sangat erat dengan Pemerintah Indonesia, dan berpotensi memperoleh dukungan pemerintah jika diperlukan. Namun Moody's melihat adanya risiko peringkat tersebut bisa diturunkan di masa depan apabila kondisi kredit Indonesia atau faktor terkait memburuk.
Sementara S&P Global Ratings menetapkan peringkat kredit jangka panjang pada BBB, dan peringkat jangka pendek A-2 kepada DIM dengan outlook stabil. Sedangkan Fitch Ratings menetapkan peringkat BBB untuk program Global MTN dan obligasi perdana DIM. Ketiga peringkat tersebut menekankan pada keterkaitan erat antara DIM dengan Pemerintah.
Sejumlah importir Tiongkok dilaporkan menunda pembelian batu bara dari Indonesia setelah Pemerintah mengumumkan kebijakan sentralisasi ekspor komoditas, termasuk batu bara, melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Ada beberapa kekhawatiran utama para importir tersebut.
Yaitu, ketidakjelasan mekanisme kontrak, harga, dan proses perdagangan di bawah sistem baru tersebut. Itu menjadi katalis negatif terhadap saham sampai muncul kejelasan sistem baru tersebut tidak berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kinerja emiten.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Jasa Marga (JSMR), MNC Digital (MSIN), Aspirasi Hidup Indonesia (ACES), J Resources (PSAB), dan Map Aktif Adiperkasa (MAPA). (*)
Related News
Kemenperin Sodorkan Data, Peluang Besar Bagi Emiten Pengolah Susu
Aksi Jual Tekan IHSG, Hari Ini (4/6) Uji Area 5.814
Pasar Modal Indonesia Runtuh! Tergerus Ketidak Percayaan
Penghargaan dari LSEG Jadi Refleksi Perjalanan 20 Tahun Henan Asset
CFX Gelar Crypto Conference 2026 Pada 8 Juni di Jakarta
BTN Gandeng Bank Sampah Kurangi Emisi Rumah





