Jajaran 10 Top Losers Sepekan, Ada JELI hingga RANS
:
0
Ilustrasi saham-saham yang berada di zona merah. Foto: IDX
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di zona hijau selama perdagangan sepekan. Terpantau IHSG menguat 0,34% ke level 6.196,430 dari pekan sebelumnya di posisi 6.175,535.
Meski demikian, perdagangan terakhir Jumat (24/7) IHSG ambles 1,88%. Seiring dengan hal tersebut, berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 20-24 Juli 2026, saham-saham IPO tercatat masuk daftar saham top losers sepekan.
MD Entertainment Tbk (FILM) memimpin daftar top losers dengan melemah 29,57% menuju level Rp1.060 dari Rp1.505. Mengekor di posisi kedua, PT Niramas Utama Tbk (JELI) kembali masuk top losers pekan ini dengan melemah 27,93% atau turun 250 poin ke posisi Rp645, makin menjauh dari harga perdana listing.
Saham IPO lainnya juga tercatat, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) turut melemah 25,91% ke level Rp286 dari Rp386, PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) ke level Rp440 dari posisi Rp585, dan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) juga melemah 18,06% ke Rp177 dari pekan sebelumnya di Rp216.
PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) tercatat melemah 17,98% turun 41 poin ke posisi Rp187 dari Rp228, PT City Retail Developments Tbk (NIRO) merosot 15,43% ke Rp137 dari pekan sebelumnya di Rp162.
Saham MNC Group turun masuk top losers, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melemah 15,35% atau turun 70 poin ke posisi Rp386 dari Rp456. Sedangkan saham Raffi-Nagita, PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) melemah 14,40% ke level Rp214 dari Rp250, serta PT Lion Metal Works Tbk (LION yang melemah 12,37% atau turun 48 poin ke posisi Rp340 dari Rp388 di pekan sebelumnya.
Related News
Saham HSC Dikecualikan, Begini Nasib IHSG
Bobol Jembatan Kripto, Peretas Korut Kuras USD38 Juta Dalam 7 Jam
Wamenkomdigi Ingatkan Risiko AI di Sektor Keuangan dan Kesehatan
Top Losers Sepekan, MORA, ENRG, IFSH Kompak Ambles 29 Persen
Top Gainers Sepekan, Ada Eks Saham Gocap, MMIX hingga TMPO
IHSG Turun 7 Persen Sepekan, Market Cap Jebol ke Rp8.862 Triliun





