Saham HSC Dikecualikan, Begini Nasib IHSG
:
0
Saham-saham HSC resmi dikecualikan dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per 2 November 2026, bagaimana dampaknya terhadap IHSG? Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Investor diperkirakan akan menyoroti kebijakan baru yang mengecualikan saham-saham high shareholding concentration atau saham HSC dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per 2 November 2026.
Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 26 Oktober lalu, setidaknya sebanyak 81 saham HSC mulai dikeluarkan dari IHSG. Dalam pengumuman evaluasi indeks tersebut, periode berlaku pengecualian IHSG mulai efektif 2 November 2026 hingga 29 Januari 2027.
Meski demikian, perubahan keluar-masuk saham HSC dapat dilakukan sewaktu-waktu tanpa harus menunggu jadwal evaluasi indeks berikutnya.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menngatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari reformasi pasar modal untuk meningkatkan transparansi, kredibilitas indeks, dan kepercayaan investor setelah munculnya kekhawatiran MSCI mengenai transparansi kepemilikan saham serta potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Namun, implementasi kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan penyesuaian komposisi dan bobot indeks sehingga pergerakan IHSG pada awal perdagangan perlu dicermati secara khusus.
Nafan memberikan proyeksi untuk area support perdagangan hari ini berkisar di 4.969 dan 4.907 serta resistance di rentang 5.246 dan 5.326.
"Secara teknikal, dead-cat bounce akan terjadi pada pergerakan IHSG setelah “wave [iv]” terdeteksi. Berdasarkan indikator, baik sinyal Stochastics K_D maupun RSI berada dalam kategori negatif, namun volume mulai meningkat," terang Nafan dalam risetnya, Senin (2/11/2026).
Equity Analyst Research Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis juga mengatakan bahwa diperkirakan akan ada kenaikan bobot saham-saham lain di IHSG seiring keluarnya saham-saham HSC.
Kenaikan bobot saham disebut akan terjadi terhadap mereka yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar.
Karena itu, secara teknikal, Alrich memperkirakan IHSG menguji level 4.900-5000.
Related News
Cek Proyeksi Market Sepekan, IHSG Masih dalam Tekanan?
Bobol Jembatan Kripto, Peretas Korut Kuras USD38 Juta Dalam 7 Jam
Wamenkomdigi Ingatkan Risiko AI di Sektor Keuangan dan Kesehatan
Top Losers Sepekan, MORA, ENRG, IFSH Kompak Ambles 29 Persen
Top Gainers Sepekan, Ada Eks Saham Gocap, MMIX hingga TMPO
IHSG Turun 7 Persen Sepekan, Market Cap Jebol ke Rp8.862 Triliun





