EmitenNews.com - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menyampaikan varian COVID-19 Omicron tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Tanah Air selama tidak ada kenaikan level PPKM.
"Saya kira selama memang status PPKM belum naik, otomatis dampak ekonomi relatif lebih sedikit kecuali PPKM sudah naik dan kasusnya sudah mengkhawatirkan,"ujar Tauhid saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Tauhid berpendapat pemerintah menerapkan standar yang berbeda terkait penanganan COVID-19 varian Omicron dengan varian Delta. Jika menggunakan standar penanganan Delta, lanjutnya, saat ini Indonesia telah menerapkan PPKM level 3 dan 4 karena kasus Omicron yang semakin naik.
Namun, saat ini pemerintah tidak memberlakukan kebijakan penanganan seperti saat kasus varian Delta merebak di Indonesia, sehingga dampak ekonominya seperti biasa saja dan terlihat seolah-olah tidak terjadi masalah kesehatan di antara. masyarakat.
"Sampai hari kita lihat di pusat perbelanjaan, jalanan itu masih seperti biasa. Padahal kalau dulu pakai penanganan varian Delta PPKM sudah naik sehingga terjadi hambatan ekonomi," ujarnya.
Kendati tingkat kematian varian Omicron lebih rendah dibandingkan varian Delta, Tauhid menyarankan pemerintah untuk tetap transparan terkait dampak varian Omicron hingga okupansi dan kesiapan rumah sakit agar masyarakat lebih waspada.
"Khawatir ini akan berdampak pada masyarakat yang punya komorbid ini kan tidak tersosialisasikan dengan baik. Khawatir bahwa varian ini menimbulkan kematian, kami khawatir di situ," jelas dia.
Related News

Program JETP Jalan Terus, Sudah Masuk Rp18,15T Untuk 54 Proyek

Usai Semua Saham BUMN Masuk Danantara, Ini Harapan Sang CEO

Jaga Keandalan, Aplikasi Coretax DJP Sempat Alami Waktu Henti

Bermula dari KKV, Kini Gerai OH!SOME Sukses Memancing Pembeli

Kali Ini, Telat Lapor SPT Sampai 11 April 2025 tidak Kena Sanksi

Mudik BUMN 2025: SIG Berangkatkan 2.160 Pemudik & Buka Posko