Produk Perikanan Ini Digemari di Arab Saudi, Mari Gencarkan Ekspor
:
0
Ilustrasi udang dan produk udang digemari di Arab Saudi. Dok. Republika.
EmitenNews.com - Ayo gencarkan ekspor produk perikanan, terutama udang dan produk udang ke Arab Saudi. Otoritas makanan dan obat Arab Saudi, yaitu Saudi Food and Drug Authority (SFDA), menyetujui usulan Indonesia untuk membuka lagi izin ekspor udang dan produk udang dari Tanah Air.
"Keputusan SFDA yang membuka kembali izin ekspor udang dan produk udang dari Indonesia merupakan kabar baik. Kami harap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam keterangan di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Seperti diketahui ekspor udang dan produk udang ke Arab Saudi terhenti sekitar delapan bulan sejak 7 September 2025 akibat isu terkontaminasinya udang Indonesia dengan cesium 137. Akibatnya, SFDA menangguhkan izin empat eksportir Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan Indonesia pun membuka dialog dengan SFDA untuk merespons hal tersebut.
Indonesia menyampaikan laporan yang mendukung keamanan produk udang Indonesia sebagai pertimbangan membebaskan kembali masuknya udang Indonesia ke Arab Saudi. Kini, berdasarkan keputusan terbaru SFDA, izin keempat eksportir tersebut telah kembali aktif.
Upaya membuka kembali ekspor udang dan produk udang ke Arab Saudi disinergikan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI dengan Task Force Cesium 137 di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kedutaan Besar RI Riyadh, dan Atase Perdagangan RI di Riyadh yang berkolaborasi dengan SFDA.
Sampai kini, Indonesia telah memiliki 63 perusahaan produk ikan dan 18 perusahaan produk olahan ikan yang terdaftar di SFDA. SFDA mengizinkan semua perusahaan tersebut untuk ekspor ke Arab Saudi dengan mengikuti prosedur sertifikasi bebas cesium 137 yang telah diterapkan ke Amerika Serikat. ***
Related News
Danantara Segera Melebur 4 MI BUMN Skala AUM Rp170T, Bulan Depan!
Konflik Iran Tekan Bursa Asia, Saham Samsung dan SK hynix Anjlok
Jepang Respons Tarif Impor Baru 12,5% AS, RI Belum Tanggapi
Konflik Timur Tengah Memanas, Emas Antam Anjlok Rp35 Ribu
Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak Tekan Harga Emas ke USD 4.050
Yen Anjlok Terendah 40 Tahun, AS Desak BOJ Naikkan Suku Bunga





