Indeks Kospi Gembos 1,9% Imbas Aksi Ambil Untung Saham Semikonduktor
:
0
Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,91% ke level 8.759,86 pada perdagangan awal Jumat (26/6) akibat lonjakan harga minyak global dan aksi ambil untung saham semikonduktor.(Foto: Istimewa)
EmitenNews.com - Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,91% ke level 8.759,86 pada perdagangan awal Jumat (26/6) akibat lonjakan harga minyak global dan aksi ambil untung saham semikonduktor.
Harian ekonomi Korea, Bloomingbit mencatat penurunan indeks sebesar 170,44 poin ini terjadi pada pukul 09.07 waktu setempat. Sentimen investor tertekan setelah minyak mentah Brent naik 2,06% menjadi USD75,26 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,25% ke USD71,92 per barel. Kenaikan harga komoditas ini dipicu oleh laporan UK Maritime Trade Operations mengenai dugaan serangan terhadap kapal kargo di Selat Hormuz dekat pantai Oman pada 25 Juni.
Kondisi pasar Korea Selatan berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia. Sebagai konteks pembanding, pergerakan indeks saham Indonesia cenderung dipengaruhi oleh dinamika domestik dan regional, di mana sektor energi sering kali mendapat sentimen positif saat harga minyak dunia meningkat, berbeda dengan Kospi yang tertekan.
Di pasar Kospi, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar 646,8 miliar won dan institusi melepas 59 miliar won. Sebaliknya, investor ritel melakukan pembelian bersih hingga 711,4 miliar won.
Dua saham cip raksasa menjadi motor pelemahan akibat aksi profit taking menyusul reli baru-baru ini. Samsung Electronics melemah sekitar 1%, sementara SK Hynix merosot hingga 2%. Mayoritas saham unggulan seperti SK Square, Hyundai Motor, Samsung Life Insurance, Samsung Biologics, dan LG Energy Solution juga diperdagangkan lebih rendah. Namun, saham Samsung Electro-Mechanics dan Samsung C&T terpantau menguat.
Pelemahan ini turut menyeret Indeks Kosdaq yang merosot 18,44 poin atau 2,08% ke level 869,37. Di pasar Kosdaq, investor asing dan institusi kompak melakukan penjualan bersih masing-masing sebesar 27,3 miliar won dan 12,5 miliar won, sementara investor ritel membeli bersih 13,9 miliar won.
Sementara itu, nilai tukar mata uang won terhadap dolar AS dibuka menguat di perdagangan Seoul. Mata uang Korea Selatan tersebut bertengger di level 1.547,30 won per dolar AS, atau naik 4,6 won dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.(*)
Related News
Harpelnas 2026, Momentum Penguatan Perlindungan kepada Pekerja
Emas Antam Naik Rp15.000 Mengekor Rebound Emas Dunia
Minyak Tembus USD101, Yield AS Naik, Bursa Asia Terkapar
Dolar Mantap di 98,8, Peluang Suku Bunga Fed Naik 60%
Yield Obligasi AS 10 Tahun Tembus 4,85%, Ancam SBN Indonesia
Pelaku Pasar Hati-Hati, Emas Tertahan di USD4.400





