Indeks MSCI Februari Tak Lagi Input Saham RI, 3 Emiten Ini Terdampak!
:
0
Ilustrasi indeks MSCI Inc.
EmitenNews.com - Usai menghebohkan pasar modal Indonesia pada akhir Januari lalu, penyedia indeks global MSCI Inc. (MSCI) pada evaluasi indeks Februari 2026 terpantau memberlakukan pembekuan penambahan emiten Indonesia.
Kebijakan ini merupakan imbas dari perlakuan sementara (temporary treatment) terhadap pasar Indonesia yang diumumkan MSCI pada akhir Januari lalu terkait gagalnya negosiasi tindak lanjut transparansi serta likuiditas pasar di Bursa Efek Indonesia, sehingga evaluasi kali ini hanya mencakup evaluasi penghapusan konstituen dan perpindahan turun antar-segmen indeks.
Dalam pengumuman resminya dikutip Rabu (11/2/2026), MSCI menyatakan hasil evaluasi untuk indeks Global Standard, Small Cap, dan Micro Cap akan berlaku efektif pada 28 Februari 2026. Tidak ada satu pun saham Indonesia yang masuk sebagai konstituen baru pada periode ini.
Pada segmen MSCI Indonesia Global Standard, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang merupakan konglomerasi grup Salim itu tercatat turun kelas dan masuk ke dalam MSCI Indonesia Small Cap.
Sementara di segmen MSCI Indonesia Small Cap, selain masuknya INDF, MSCI menghapus dua emiten yakni, PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO).
Adapun, untuk MSCI Indonesia Micro Cap, MSCI tak melakukan penambahan maupun penghapusan konstituen.
Pembekuan penambahan saham ini diaplikasikan selama perlakuan sementara masih berlaku, pasar Indonesia hanya berpotensi mengalami pengurangan atau penurunan kelas indeks, tanpa peluang masuknya emiten baru.
Kondisi terup ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat indeks MSCI kerap menjadi acuan utama bagi investor institusi global dalam menempatkan dana di pasar saham Indonesia.
Adapun, pada perdagangan Rabu, INDF Terpantau langsung terkoreksi 2,17 persen setara 150 poin di Rp6.750, ACES merosot tipis 1,48 persen turun di Rp400, serta CLEO yang stagnan di harga Rp394.
Related News
BEI Dukung Penuh Rencana DPR Tarik Dana BPJS-Taspen ke Pasar Modal
DPR Buka Potensi Manfaatkan Fund Negara Rp1.200T Masuk Pasar Modal
Utang Luar Negeri Naik Jadi USD444,4 Miliar, Cek Kata BI dan Purbaya
Daftar Terbaru 51 Saham HSC, Ada PGUN hingga WBSA
BEI Bongkar 50 Saham HSC, Kepemilikan Tertinggi Tembus 99,99%
Tambah Kriteria Price Impact Ratio Saham HSC, Lanjut Reformasi BEI





