EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meminta klarifikasi kepada PT Samuel Sekuritas Indonesia (Kode Broker: IF) menyusul polemik riset yang memproyeksikan target harga saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) hingga Rp80.000 per saham. Proyeksi tersebut menuai perhatian pasar lantaran dinilai sangat agresif dibandingkan harga pasar saat ini.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy dalam pernyataannya dikutip Selasa (10/2/2026) mengonfirmasi bahwa pemanggilan terhadap Samuel Sekuritas telah dilakukan. 

“Kita kalau nggak salah kita udah sempat panggil. Nanti saya mesti nanya lagi ke teman-teman (anggota Divisi), ya. Seingat saya, sudah saya panggil,” ujar Irvan.

Irvan menambahkan, BEI juga akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas tindak lanjut atas isu tersebut. 

“Kita diskusikan dulu sama OJK mau gimana,” lanjut Irvan.

Sebelumnya, Samuel Sekuritas Indonesia memberikan penjelasan atas sorotan pasar terhadap riset yang menetapkan target harga saham RLCO yang kelewat tinggi hingga di level Rp80.000 per saham. 

Target harga tersebut memantik perdebatan sebab di sisi lain, RLCO tergolong emiten anyar yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia sejak tertanggal (8/12/2025).

Manajemen RLCO pun angkat bicara menanggapi polemik riset tersebut. Director & Corporate Secretary Abadi Lestari Ayu Amanda menegaskan bahwa perseroan tidak terlibat dalam penyusunan laporan riset tersebut. 

“Perseroan tidak menugaskan, tidak meminta, dan tidak menginstruksikan Samuel Sekuritas menyusun atau menerbitkan LRE sebagai bagian dari perikatan/kontrak IPO perseroan,” ujar Ayu Amanda.

Ayu menambahkan, seluruh opini, proyeksi, interpretasi, maupun kesimpulan dalam laporan riset sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak sekuritas.