Indo Straits (PTIS) Mau Kedatangan Investor Anyar dari China, 35 Persen Saham Siap Dilego

EmitenNews.com—PT Indo Straits Tbk (PTIS) yang bergerak di sektor Jasa kelautan yang terintegrasi dan pelayanan dukungan seperti angkutan logistik dan energi minyak, gas serta batubara bersiap menyambut kedatangan investor baru.
Ya, perusahaan yang berminat menanamkan modal di emiten yang tercatat di papan utama BEI sejak listing 12 Juli 2011 ini adalah perusahaan tambang dan metal asal China, yaitu China Shenhua Energy, yang bersiap memborong 35 persen saham dengan nilai mencapai USD7,2 juta.
Dengan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp15.150 per dolar AS, maka nilai transaksi tersebut setara dengan Rp109,08 miliar, atau mewakili Rp700 per saham.
Rencananya, dana segar hasil transaksi tersebut bakal digunakan PTIS untuk pembangunan intermediate stock pile dan juga pembelian unit peralatan untuk mendukung kinerja Indo Straits.
"Masih dalam diskusi internal, sehingga kami belum bisa menyampaikan besarannya," ujar Direktur Utama PTIS, Toh Shi Jie, dalam paparan publik, Rabu (21/12/2022).
Menurut Toh, PTIS saat ini masih menghitung target pendapatan dan laba untuk tahun ini. Sementara untuk capaian 2022 lalu, PTIS disebut Toh optimistis dapat meraup pendapatan sebesar USD15 juta, dengan laba bersih sebesar USD700 ribu.
"Kami yakin target tersebut mampu dicapai sampai akhir 2022, dan 2023 akan lebih baik lagi," tutur Toh.
Demi meningkatkan kinerja, PTIS bersiap meningkatkan layanan serta memperoleh dan memulai proyek baru secara maksimal. PTIS mensupport proyek dengan peralatan yang ada saat ini sehingga dapat menjalankan kinerja secara maksimal.
Pada tahun ini, PTIS bertekad memaksimalkan bisnis di perusahaan pertambangan dengan memaksimalkan kegiatan anak usaha, yaitu PT Pelayaran Straits Perdana dan PT Straits Mining Services.
Related News

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar