Masuk Bisnis RFID, JTPE Bidik Margin Lebih Tebal dari Brand Protection
:
0
PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) terus mempercepat diversifikasi bisnis dengan mengandalkan produk berbasis teknologi radio frequency identification (RFID)
EmitenNews.com - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) terus mempercepat diversifikasi bisnis dengan mengandalkan produk berbasis teknologi radio frequency identification (RFID) serta memperluas jangkauan pasar global. Strategi ini sekaligus memperkuat portofolio di segmen brand protection atau perlindungan merek yang dinilai menawarkan prospek pertumbuhan dan margin lebih menarik.
Meski segmen identitas dan kartu pembayaran masih menjadi kontributor utama pendapatan lini sekuriti, manajemen JTPE kian agresif mengembangkan brand protection seiring proyeksi peningkatan permintaan jangka panjang. Selain berpotensi tumbuh berkelanjutan, segmen ini juga memberikan margin yang lebih besar dibandingkan produk identitas dan kartu pembayaran.
Untuk menopang ekspansi tersebut, JTPE menambah kapasitas produksi security packaging dan label, serta memperkuat lini RFID melalui pembentukan joint venture dengan mitra strategis asal Hong Kong. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan komponen RFID guna memperkaya portofolio produk berteknologi tinggi Perseroan.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, menyampaikan optimisme atas arah strategi tersebut. “Kami fokus pada produk berteknologi tinggi dan solusi bernilai tambah yang diyakini akan menjadi pendorong utama kinerja Perseroan ke depan,” ujarnya.
Hingga laporan keuangan kuartal III-2025, pasar domestik masih mendominasi kontribusi penjualan JTPE. Namun demikian, pasar global terus menunjukkan pertumbuhan dan menjadi fokus pengembangan berikutnya. Perseroan pun aktif memperluas negara tujuan ekspor guna mendiversifikasi pasar sekaligus memperkuat daya saing internasional.
Untuk mendukung strategi diversifikasi dan ekspansi, JTPE mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp100 miliar pada tahun ini. Mayoritas dana tersebut digunakan untuk perawatan mesin dan pembelian mesin baru, sejalan dengan upaya efisiensi, peningkatan produktivitas, serta penguatan kapasitas produksi.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





