Indonesia Tetap Menarik Untuk Investasi Jangka Panjang, Ini Sikap CIMB
:
0
CIMB Group Holdings Berhad yang menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia sekaligus membuka peluang aksi korporasi melalui merger dan akuisisi (M&A). Dok. Investor Daily.
EmitenNews.com - Fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi daya tarik bagi investor regional maupun global. Karena itu, di tengah dinamika pasar keuangan Indonesia sepanjang tahun ini, sejumlah institusi keuangan regional justru melihat peluang untuk memperkuat ekspansi bisnisnya di Tanah Air.
Salah satunya adalah CIMB Group Holdings Berhad yang menegaskan komitmennya terhadap pasar Indonesia sekaligus membuka peluang aksi korporasi melalui merger dan akuisisi (M&A).
Dalam artikel yang dikutip pada Bloomberg.com, Chief Executive Officer CIMB Group, Novan Amirudin menyampaikan optimisme terhadap prospek jangka panjang Indonesia.
“Bagi investor yang melihat potensi jangka panjang Indonesia, tentu saat ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk,” ujar Novan Amirudin, Selasa (9/6/2026).
Novan juga menegaskan bahwa CIMB tetap berkomitmen penuh terhadap pasar Indonesia. Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan salah satu kelompok perbankan terbesar di Asia Tenggara tersebut, bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi daya tarik bagi investor regional maupun global.
Pandangan positif CIMB muncul ketika Indonesia tengah menghadapi sentimen pasar yang relatif menantang. Di saat yang sama, investor mencermati berbagai kebijakan ekonomi pemerintah. Meski demikian, CIMB melihat kondisi tersebut sebagai momentum untuk memperluas bisnis.
CIMB tengah mengevaluasi sejumlah aset yang dapat memperkuat portofolio usahanya di Indonesia, khususnya pada segmen wealth management dan layanan keuangan spesialis lainnya.
“Kami juga akan mempertimbangkan sejumlah bidang usaha yang lebih spesifik dan saat ini belum kami miliki," ungkap Novan.
Langkah ekspansi tersebut sejalan dengan tren konsolidasi yang masih berlangsung di industri perbankan Asia Tenggara. Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di kawasan, dinilai tetap menawarkan potensi pertumbuhan yang menarik didukung oleh jumlah penduduk yang besar, layanan keuangan yang terus berkembang, serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan transformasi ekonomi.
Optimisme terhadap Indonesia juga disampaikan oleh Malayan Banking Berhad (Maybank). Presiden dan Group CEO Maybank, Khairussaleh Ramli, menilai perekonomian Indonesia masih berada dalam fase pertumbuhan yang menjanjikan untuk jangka menengah hingga panjang.
Related News
Kinerja Menggembirakan, Laba Maybank (BNII) Meningkat 21,2 Persen
Indef Nilai Margin Bunga Bersih Bank Turun Perkuat Akses KPR Subsidi
Pemerintah Miliki Utang ke Pupuk Indonesia, Naik Jadi Rp21 Triliun
Harga Pertamax Resmi Turun, Tapi Minimalis, Cek Daftarnya Terbarunya
Calon Gubernur BI Masih Digodok, Begini Syarat Wajib dari Prabowo
Soal Putusan The Fed, Indodax Nilai Respon Pasar Kripto Relatif Stabil





