Industri Melambat,SMGR Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Sepanjang 2025
:
0
Ilustrasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatatkan pendapatan jumbo sebesar Rp35,24 triliun di tengah perlambatan industri bahan bangunan sepanjang 2025. Namun, besarnya topline tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan bottom line.
Berdasarkan laporan keuangan audited 2025, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp191 miliar. Artinya, margin laba bersih berada di bawah 1% yang mencerminkan tekanan profitabilitas yang masih cukup berat di industri semen.
Dari sisi operasional, beban pokok pendapatan yang mencapai Rp28,17 triliun menjadi faktor utama yang menggerus margin. Meski demikian, SIG masih mampu mencatat EBITDA sebesar Rp4,49 triliun dan laba sebelum pajak Rp602 miliar.
Sepanjang tahun, volume penjualan tercatat sebesar 37,93 juta ton, mencerminkan skala bisnis yang tetap besar di tengah perlambatan industri bahan bangunan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa Perseroan merespons tekanan industri melalui transformasi bisnis sejak pertengahan 2025.
Fokus utama diarahkan pada penguatan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio produk turunan semen—langkah yang mulai menunjukkan hasil terutama pada kuartal III dan IV 2025.
Di tengah lemahnya permintaan domestik, SIG juga mengandalkan pasar regional. Penjualan regional tumbuh 14,3% menjadi 7,95 juta ton, menjadi salah satu penopang utama kinerja.
Dari sisi efisiensi, beban pokok berhasil ditekan 0,3% dan beban usaha turun 1,1% secara tahunan. Bahkan, biaya keuangan bersih turun signifikan 32,7%, memberikan ruang napas bagi profitabilitas.
Vita mengatakan, ke depan, Perseroan tidak hanya bergantung pada pasar domestik. Perseroan menyiapkan ekspansi ekspor melalui proyek fasilitas di Tuban, Jawa Timur, hasil kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.
”SIG menargetkan untuk mulai ekspor pada pertengahan tahun 2026 dari fasilitas di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun,” ujar Vita dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026)
Related News
Emiten Boy Thohir & Jerry Ng (BFIN) Toreh Laba Q2 Rp828,97M Naik 8,75%
BEI Soroti Manuver Grup Djarum & Fasilitas Kredit Remala Abadi (DATA)
Harga Saham LFLO Jeblok, Tiga Bos Justru Serok di Harga Rendah Rp4,71M
FORU Rights Issue Rp27,1T, Ekuitas Rp23 Miliar Bakal Dikerek 1.178x?
Kementerian PKP Mediasi Sengketa ADCP dengan Konsumen, Ini Hasilnya
Red Planet (PSKT) Catat Pendapatan Rp24,43M, Cek Laporan Keuangannya





