EmitenNews.com - Perkembangan industri pusat data di Kota Batam, Kepulauan Riau menggembirakan. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan industri data center di wilayah itu, tumbuh sekitar 22 persen secara tahunan (year on year/yoy). Data itu melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang mencapai 19 persen.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan Batam semakin berkembang sebagai salah satu pusat ekonomi digital Indonesia yang didukung investasi skala internasional.

"Ini sektor yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen," kata Airlangga Hartarto di Batam, seperti dikutip Jumat (24/7/2026).

Menko Airlangga menyampaikan hal tersebut usai menghadiri peresmian Nongsa Changi Cable (NCC), kabel bawah laut internasional yang menghubungkan Batam dan Singapura untuk memperkuat konektivitas digital kedua negara tersebut.

Dalam penilaian Airlangga, Batam kini berkembang pesat sebagai gerbang digital Indonesia, didukung kehadiran kawasan Nongsa Digital Park (NDP) yang terus menarik investasi pusat data.

“Fasilitas BW Digital di NDP misalnya, memiliki kapasitas hingga 120 megawatt (MW). Ada juga perusahaan asal Singapura, DayOne, yang tengah mengembangkan pusat data hyperscale (skala besar) berkapasitas 450 MW,” kata dia.

Kemudian, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, juga telah memilih Batam sebagai lokasi pengembangan Cloud Region di kawasan Nongsa Digital Park.

"Batam sangat cepat muncul sebagai gerbang baru Indonesia. Investasi yang masuk menunjukkan kawasan ini semakin penting dalam ekosistem digital regional," ujar mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Airlangga mengatakan perkembangan tersebut sejalan dengan transformasi digital yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan infrastruktur digital dan infrastruktur fisik.

Dunia kini memasuki era baru yang ditandai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sehingga membutuhkan konektivitas digital berkecepatan tinggi dan kapasitas pusat data yang besar.