EmitenNews.com - Indeks regional Asia mayoritas mengalami penguatan di tengah rilis tingkat inflasi China yang tercatat turun di bulan September sebesar 0.1% ke level 0.7%. Namun analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha, mengingatkan kenaikan harga komoditas energi yang terjadi belakangan ini berpotensi meningkatkan inflasi bulan berikutnya.
Bank sentral Singapura di luar dugaan melakukan pengetatan moneter dengan cara menaikan batas ambang apresiasi mata uangnya terhadap mata uang lain menyusul laporan pertumbuhan GDP yang mencapai 6.5% (YoY) di 3Q tahun ini. Realisasi ini sedikit lebih rendah dari hasil survey Reuters yang memprediksi pertumbuhan ekonomi di level 6.6%.
Hasil FOMC malam kemarin menghasilkan rencana pengurangan pembelian surat utang dimulai dengan pengurangan anggaran sebesar USD 10 miliar untuk surat utang negara dan USD5 miliar di efek beragun aset. Rencananya pengurangan tersebut akan dilakukan mulai pertengahan November. Seperti diketahui tingkat inflasi US meningkat ke level 0.4% (MoM) atau 5.4% (YoY).
Survey yang dilakukan oleh Reuters menunjukan ekspektasi kinerja neraca dagang Indonesia di bulan September diproyeksikan menurun akibat meningkatnya impor dan proyeksi ekspor CPO yang turun 27.5% menurut surveyor kargo intertek. Hal ini terjadi seiring dengan upaya larangan ekspor CPO yang dilakukan pemerintah secara bertahap untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor CPO.
Statistik
IHSG: 6,626.11 | +89.21 poin |(+1.36%)
Volume (Shares) : 21.3 Billion
Total Value (IDR) : 16.8 Trillion
Market Cap (IDR) : 8,152.5 Trillion
Foreign Net BUY (RG): IDR 1.4 Trillion
Saham naik : 305
Saham turun : 225
Sektor Pendorong Indeks:
Teknologi : +361.32 poin
Barang Baku : +32.50 poin
Keuangan : +19.72 poin
Top Gainers:
FISH : 8,575| +1,425| +19.93%
BBHI : 4,900| +640| +15.02%
SMGR : 8,925| +625| +7.53%
MCAS : 12,425| +625| +5.30%
INTP : 11,500| +575| +5.26%
Top Losers:
DCII : 46,000| -925| -1.97%
ITMG : 25,550| -700| -2.67%
UNTR : 25,700| -525| -2.00%
EDGE : 24,675| -300| -1.20%
ASSA : 3,520| -260| -6.88%.(fj)
Related News
Kejar Saham IPO WBSA, IPOT Permudah Akses Pembelian Investor Ritel
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun





