EmitenNews.com - Harga emas dunia masih berada di bawah tekanan dan tertahan di kisaran USD4.300 per ons pada hari Senin. Tren pelemahan ini melanjutkan penurunan yang telah berlangsung selama tiga minggu berturut-turut, akibat tertekan oleh lonjakan harga minyak mentah dan menguatnya spekulasi pengetatan kebijakan moneter oleh The Federal Reserve (The Fed).

Tekanan terhadap logam mulia dipicu oleh melonjaknya harga minyak mendekati level tertinggi dalam empat bulan pada hari Senin. Lonjakan tersebut terjadi setelah Arab Saudi menangguhkan operasi jalur pipa utamanya yang berfungsi menghindari Selat Hormuz akibat serangan pesawat tak berawak (drone).

Krisis di Timur Tengah yang berkepanjangan tersebut memberikan guncangan inflasi terhadap ekonomi global. Kondisi ini memperkuat pandangan ketat (hawkish) terhadap arah suku bunga acuan AS.

Menurut Trading Economics, pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sekitar 86 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin pada pertemuan hari Rabu. Ekspektasi kenaikan suku bunga ini diperkuat oleh rilis data ekonomi AS terkini.

Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan tingkat inflasi konsumen AS stabil di angka 3,4 persen pada bulan Agustus, sama persis dengan pencapaian bulan Juli dan sesuai dengan perkiraan pasar. Meski demikian, Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan mencatatkan kenaikan 0,4 persen, yang merupakan lonjakan terkuat dalam tiga bulan terakhir.

Selain inflasi konsumen, harga produsen AS turut meningkat pada bulan Agustus akibat tingginya biaya energi grosir yang dipicu oleh konflik Iran. Di saat yang sama, data pasar tenaga kerja AS menunjukkan ketahanan lapangan kerja yang terus berlanjut.

Pergerakan harga emas dunia dan kebijakan suku bunga The Fed memiliki implikasi langsung terhadap pasar keuangan serta aset investasi domestik. Pelemahan emas global dan penguatan dolar AS menyusul potensi kenaikan suku bunga The Fed dapat memicu penyesuaian harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di dalam negeri, sekaligus memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.(*)