Samir Salurkan Pembiayaan Rp3T pada 5,3 Juta Akun, Tumbuh 63 Persen
:
0
Ilustrasi PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan hingga Agustus 2026 senilai Rp3 triliun. Terjadi peningkatan 63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dok. Samir.
EmitenNews.com - Tetap menegakkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan hingga Agustus 2026 senilai Rp3 triliun. Terjadi peningkatan 63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dalam keterangannya yang dikutip Minggu (13/9/2026), Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan, pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh kenaikan jumlah peminjam yang mencapai 60% secara tahunan.
Secara kumulatif, perusahaan yang genap berusia tujuh tahun pada 9 September 2026 ini telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp7,8 triliun kepada 5,3 juta akun peminjam di berbagai daerah Indonesia.
Satu hal, kepada pers, di The Michael Resort, Bogor, Jumat (11/9/2026), dirut Samir Handy Juniandri mengatakan, ekspansi pembiayaan tetap dilakukan dengan memperhatikan kualitas portofolio serta penerapan tata kelola perusahaan.
Semua itu terlihat dari rasio tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) Samir yang berada di kisaran 2%. Memang masih lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang berada di sekitar 5%.
Perjalanan Samir Dijaga Kestabilannya dengan Kedepankan Prinsip GCG
Sejauh ini terlihat perjalanan Samir dari tahun ke tahun terus dijaga kestabilannya dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Juga dengan menjalankan keberlangsungan bisnis usahanya dengan patuh pada regulasi.
“Setiap pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang berlangsung setiap tahunnya selalu disertai dengan kualitas dari pembiayaan itu sendiri,” kata Handy.
Sementara itu, dari total pembiayaan yang telah disalurkan Samir, sekitar 63% berasal dari peminjam yang kembali menggunakan layanan perusahaan. Sebanyak 37% lainnya merupakan kontribusi dari peminjam baru.
Bagusnya, pembiayaan tersebut mayoritas diarahkan untuk kebutuhan produktif, termasuk mendukung kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan begitu perseroan turut berkontribusi pada peningkatan usaha para pelaku UMKM, agar segera naik kelas.
Related News
Realisasi Pembiayaan Utang Rp494T, Menkeu Pastikan Masih On Track
B50 Bisa Gerus Ekspor Sawit Nasional, Gapki Ungkap ada Masalah Serius
Harga Emas Global Stabil di USD4.150, Antam Naik Rp7.000
RI Ungguli China, Negara Asia Mana Tumbuh Tercepat 2026?
Pendapatan OpenAI Meleset, Bursa Teknologi AS-Jepang Rontok
Menperin Naikkan Target Kontribusi Industri ke 25% PDB





