Ekspor Produk Perikanan Indonesia Capai USD3 Miliar, Pasar 152 Negara
:
0
Ilustrasi ekspor produk perikanan Indonesia menjangkau 152 negara senilai USD3 miliar. Dok. Agrofarm
EmitenNews.com - Pemerintah mencatat ekspor produk perikanan Indonesia pada Januari-Juni 2026 mencapai 566,25 ribu ton dengan nilai USD3 miliar. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ekspor tersebut ditopang sejumlah produk unggulan. Antara lain udang Vannamei, rumput laut, tuna, sarden, tenggiri, cakalang, cumi-sotong-gurita, karagenan, kerapu, serta kepiting dan rajungan.
Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan hal itu dalam keterangannya yang dikutip Ahad (13/9/2026).
“Nilainya diperkirakan Rp52,6 triliun,” ujarnya dalam keterangan pers KKP di Jakarta, Sabtu.
Produk perikanan Indonesia saat ini telah dipasarkan ke 152 negara yang mencakup kawasan Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Timur Tengah, Australia dan Selandia Baru, serta negara-negara di kawasan Pasifik.
Perluasan pasar ekspor tersebut didukung penerapan sertifikasi mutu dari hulu hingga hilir dengan standar internasional untuk memastikan kualitas dan keamanan produk perikanan Indonesia.
Dalam catatan KKP diketahui hingga akhir semester I 2026, sebanyak 1.162 perusahaan perikanan yang telah memenuhi sertifikasi mutu KKP melakukan kegiatan ekspor.
Jumlah tersebut terdiri atas 900 unit pengolah ikan, 229 unit pengekspor ikan hidup, dan 33 unit produksi benih ikan.
Kinerja ekspor produk perikanan juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja.
Di Sulawesi Selatan, misalnya, unit pelaksana teknis Badan Mutu KKP telah membantu 144 unit pengolahan ikan lokal melakukan ekspor ke 46 negara dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 8.389 orang.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, frekuensi ekspor dari UPI lokal tersebut mencapai 8.540 kali pengiriman.
Related News
Realisasi Pembiayaan Utang Rp494T, Menkeu Pastikan Masih On Track
B50 Bisa Gerus Ekspor Sawit Nasional, Gapki Ungkap ada Masalah Serius
Harga Emas Global Stabil di USD4.150, Antam Naik Rp7.000
RI Ungguli China, Negara Asia Mana Tumbuh Tercepat 2026?
Pendapatan OpenAI Meleset, Bursa Teknologi AS-Jepang Rontok
Menperin Naikkan Target Kontribusi Industri ke 25% PDB





