PGAS Kantongi Kontrak Pasokan LNG Senilai USD1,5 Miliar
:
0
Foto: Dunia Energi
EmitenNews.com - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) (IDX: PGAS) mengamankan kesepakatan pasokan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) jangka panjang. Estimasi nilai transaksi dari kesepakatan kontrak penting tersebut mencapai USD1.547.793.870.
Transaksi ini ditandatangani oleh PGN bersama entitas anak usahanya, yakni PT Pertagas Niaga dan PT Perta Arun Gas, yang bertindak sebagai pihak pembeli.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (28/10/2026), kesepakatan tertuang dalam LNG Sales and Purchase Agreement North Hub LNG. Transaksi dilakukan bersama konsorsium penjual yang melibatkan PT Pertamina (Persero), Eni North Ganal B.V., Eni Rapak B.V., Eni Ganal B.V., serta sejumlah entitas terkait lainnya.
Melalui perjanjian jual beli ini, para pihak menyepakati potensi penjualan LNG North Hub kepada PGN dan/atau afiliasinya. Periode pengiriman pasokan gas ini dijadwalkan mulai berlaku pada 2029 hingga 31 Desember 2037, dengan opsi perpanjangan hingga 31 Desember 2038.
Manajemen PGN menjelaskan bahwa perolehan transaksi ini berdampak positif terhadap portofolio usaha dan ketahanan energi perseroan.
"Obyek Transaksi antara Perseroan dengan Para Penjual LNG North Hub berpotensi menambah portofolio pasokan gas jangka panjang Perseroan dan mendukung pemenuhan kebutuhan gas bumi untuk kegiatan niaga gas yang bersumber dari LNG," tulis manajemen PGN dalam pelaporannya ke OJK dan BEI.
Kepastian pasokan LNG bernilai jumbo ini menjadi penopang utama keberlanjutan bisnis PGN dalam memenuhi kebutuhan energi industri serta konsumen domestik. Langkah strategis ini sekaligus memperkuat posisi PGN sebagai pengelola infrastruktur dan niaga gas bumi utama di tanah air.(*)
Related News
Rupiah Menguat Tipis Usai Keputusan Fed Tahan Suku Bunga
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Antam Terpangkas
Tak Kompromi Soal Inflasi, Fed Masih Terbuka Naikkan Suku Bunga
Persaingan Moda Transportasi Lain Tahan Peringkat ASDP
Induk Google Anjlok 10 Persen, Bursa Wall Street Ambrol
Pengguna Kripto AS Naik Jadi 22 Persen, Tapi Mayoritas Kapok!





