Rupiah Menguat Tipis Usai Keputusan Fed Tahan Suku Bunga
:
0
Uang rupiah. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat berada di level Rp18.108 per dolar AS pada perdagangan Kamis (29/10/2026) pukul 10:00 WIB. Posisi ini mencerminkan penguatan tipis mata uang Garuda sebesar 66,25 poin atau sekitar 0,36 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sesi sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan Rabu (28/10/2026), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp18.175 per dolar AS. Pergerakan kurs berdasarkan data konversi real-time Google menunjukkan rupiah sempat bergerak di kisaran Rp18.108 hingga Rp18.186 per dolar AS pada sesi pagi sebelum berangsur melandai mendekati pukul 10:00 WIB.
Pergerakan nilai tukar di kawasan Asia cenderung bervariasi pada pagi ini. Sejumlah mata uang negara tetangga bergerak menguat tipis terhadap dolar AS, di antaranya Ringgit Malaysia yang terangkat sekitar 0,08 persen dan Baht Thailand yang menguat 0,12 persen. Sementara itu, Dolar Singapura bergerak relatif stagnan dengan kecenderungan melemah tipis 0,02 persen.
Penguatan terbatas rupiah serta mayoritas mata uang kawasan Asia dipengaruhi oleh sentimen eksternal pascamejelis Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan AS di kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen. Kebijakan penahanan suku bunga tersebut memberikan ruang penyesuaian bagi indeks dolar AS (DXY) yang cenderung berkonsolidasi.
Meski demikian, apresiasi rupiah masih tertahan oleh faktor internal dan eksternal lainnya. Dari dalam negeri, tingginya permintaan valuta asing untuk kebutuhan imbal hasil obligasi serta pembayaran kewajiban akhir bulan menjadi penahan utama laju penguatan. Dari sisi global, ketidakpastian sinyal kebijakan moneter AS pada Desember mendatang serta masih tingginya harga komoditas energi dunia tetap membayangi pergerakan nilai tukar domestik.(*)
Related News
PGAS Kantongi Kontrak Pasokan LNG Senilai USD1,5 Miliar
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Antam Terpangkas
Tak Kompromi Soal Inflasi, Fed Masih Terbuka Naikkan Suku Bunga
Persaingan Moda Transportasi Lain Tahan Peringkat ASDP
Induk Google Anjlok 10 Persen, Bursa Wall Street Ambrol
Pengguna Kripto AS Naik Jadi 22 Persen, Tapi Mayoritas Kapok!





