EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak bervariasi cenderung menguat. Itu mengingat bursa Asia relatif positif. Itu didukung rilis PMI masih mengalami ekspansi.
Namun, rilis inflasi hari ini dapat mewarnai IHSG dengan catatan inflasi di atas konsensus yaitu 4,17 persen. ”IHSG akan bergerak pada rentang support 6.880, dan resisten 6.990,” tutur Lukman Hakim, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia.
Secara teknikal, IHSG kembali ke area support terdekat dengan indikator stochastic dead cross berada area 20. Beberapa saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini antara lain DMMX, PANR, TBIG, BUKA, MDKA, ASII, dan UNTR.
Kemarin IHSG minus 0,44 persen menjadi 6.911,58. Beberapa sektor pendorong koreksi IHSG yaitu sektor barang baku anjlok 1,71 persen, transportasi dan logistik nyungsep 1,70 persen, dan sektor energy menukik 1,08 persen. Investor asing tercatat net sell Rp306,95 miliar dengan saham paling banyak dijual BBRI, BBCA, dan MDKA.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menghuni zona merah dengan Nasdaq drop 1,33 persen. Koreksi didorong kekhawatiran pertumbuhan ekonomi AS melambat. Bursa Asia pagi ini bervariasi. Indeks Nikkei menguat 0,06 persen, dan indeks Kospi juga melesat 0,41 persen. Pagi ini, Jepang merilis tingkat pengangguran naik 2,6 persen Mei 2022 di atas ekspektasi pasar. (*)
Related News
Pasar Masuk Fase Distribusi, Mirae Sarankan Cermati Saham Defensif
IHSG Bangkit! Saham Industri dan Konsumer Jadi Motor Penguatan
MAMI Caplok Schroders Indonesia, Dana Kelolaan Gabungan Nyaris Rp180T
Menghijau, IHSG Sesi I (1/4) Melejit 1,45 Persen ke 7.150
Harga Referensi CPO Periode April 2026 Naik, HPE Kakao Turun
Meski Harga Tak Naik, Pertamina Ajak Masyarakat Hemat BBM





