Intiland (DILD) Hadirkan Hunian Premium Bagi Ekspatriat
:
0
- Trijas Hwe, Pimpinan Proyek Fifty Seven Promenade, Liana Lee, Marketing Manager Fifty Seven Promenade dan Jap Sui Tjong, Corporate Marketing Manager PT Intiland Development Tbk (DILD) ketika berbincang soal hunian Fifty Seven Promenade.(Foto: Ist)
EmitenNews.com – PT Intiland Development Tbk (Intiland) atau (DILD) melalui pengembangan apartemen Fifty Seven Promenade hadir sebagai pilihan hunian premium yang menawarkan kenyamanan, kemudahan akses, dan fasilitas berkualitas premium di jantung Ibu Kota Jakarta.
Hal itu sejalan sebagai pusat bisnis dan ekonomi di Indonesia, Jakarta menjadi rumah bagi para profesional yang bekerja di berbagai sektor industri, termasuk ekspatriat. Mereka tidak hanya mencari hunian yang nyaman, tetapi juga hunian yang dapat mendukung gaya hidup dinamis. Memahami kebutuhan tersebut, perusahaan pengembang properti
Direktur Pemasaran Korporat PT Intiland Development Tbk Susan Pranata menuturkan bahwa strategi pengembangan Fifty Seven Promenade bukan hanya berfokus pada lokasi yang strategis dan kemudahan aksesibilitas, tetapi juga memiliki konsep hunian yang lengkap dan berstandar internasional. Para pebisnis, profesional muda, termasuk para ekspatriat membutuhkan hunian yang menunjang gaya hidup modern, mobilitas tinggi, serta kenyamanan dalam bekerja dan beristirahat.
"Kami memahami mereka memiliki mobilitas tinggi dan mencari lebih dari sekadar tempat tinggal. Fifty Seven Promenade memenuhi kebutuhan tersebut karena dirancang dengan fasilitas premium, desain interior yang fungsional, serta konektivitas yang baik dengan berbagai moda transportasi," ujar Susan di Jakarta, Selasa (25/02).
Fifty Seven Promenade merupakan pengembangan proyek mixed-use and high rise yang berlokasi di kawasan pusat bisnis MH Thamrin, Jakarta Pusat. Menempati area seluas 3,2 hektar, Fifty Seven Promenade terbagi ke dalam dua tahapan pengembangan.
Pengembangan tahap pertama menempati area seluas 1,3 hektare yang meliputi pembangunan dua tower apartemen yakni City57 setinggi 24 lantai dan Sky57 setinggi 59 lantai. Sementara area berikutnya akan diperuntukan sebagai pengembangan masa depan.
Susan Pranata menjelaskan Fifty Seven Promenade merupakan salah satu proyek properti unggulan Perseroan. Lokasinya yang strategis di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, memberikan akses cepat ke berbagai pusat perkantoran, pemerintahan, kedutaan besar, serta destinasi gaya hidup modern. Lokasinya yang dekat Stasiun MRT Dukuh Atas, Stasiun Kereta Bandara, dan Halte Transjakarta Tosari menjadikan apartemen ini pilihan ideal bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan hunian premium dengan konektivitas tinggi.
Sejak diluncurkan pada Agustus 2017 dan mulai beroperasi pada tahun 2022, apartemen Fifty Seven Promenade mendapat respon sangat positif dari konsumen dan sudah 90 persen unit terjual hingga saat ini. Apartemen yang menawarkan 498 unit hunian ini menyediakan beragam tipe unit untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Tipe yang tersedia di tower City meliputi Studio (38,43 m2), 1 kamar tidur (55 m2), 2 kamar tidur (103,84 m2), serta di tower Sky57 meliputi 1 kamar tidur (81,91 m2), 2 kamar tidur (115,48 m2), 3 kamar tidur (182,91 m2), dan Penthouse (366 m2).
Pimpinan Proyek Fifty Seven Promenade Trijas Hwe menuturkan bahwa apartemen ini tidak hanya menawarkan desain interior yang baik dan fungsional, tetapi juga mengutamakan ketersediaan fasilitas dan layanan secara lengkap. Keunggulan tersebut, telah menjadikan apartemen ini menjadi pilihan favorit bagi para ekspatriat yang ingin tinggal di area central business district (CBD) paling premium di Jakarta.
"Ekspatriat yang tinggal berasal dari berbagai negara Asia antara lain Jepang, Cina, Taiwan, Singapura, Thailand, dan Korea Selatan, hingga negara Eropa seperti Jerman dan masih banyak lagi. Banyak dari mereka berkantor di area CBD Sudirman, Thamrin, dan Kuningan, sehingga sangat memudahkan dari sisi mobilitas dari waktu tempuh dalam beraktivitas,” kata Trijas.
Related News
Pertumbuhan Thailand Terkuat dalam 3 Kuartal, Tapi Masih Kalah dari RI
Rupiah Hari ini Masih Fluktuatif Cenderung Melemah
Kepercayaan Bisnis di Singapura Anjlok Terendah dalam 3 Tahun
Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Tekan Harga Emas
Rupiah Tertekan, Diprediksi Sentuh Level Rp17.660
Berikut Isu Yang Bakal Jadi Fokus Investor Pekan ini





