EmitenNews.com - Indeks S&P 500 di bursa Wall Street Amerika Serikat berhasil ditutup menguat pada Kamis (15/10), memulihkan posisi dari penurunan awal sesi perdagangan. Penguatan terjadi setelah investor memindahkan dana dari saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) ke sektor defensif seperti perawatan kesehatan dan barang konsumsi pokok.

Berdasarkan laporan BigGo Finance, Jumat (16/10), indeks acuan S&P 500 naik 0,3 persen ke posisi 7.744,06, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 1,1 persen ke level 52.177,69. Adapun Nasdaq Composite naik tipis 0,08 persen ke posisi 26.713,03 akibat tertahan penurunan saham semikonduktor dan perangkat keras AI.

Pergeseran portofolio ke sektor defensif tersebut mencerminkan meningkatnya kecemasan pasar global, termasuk pelaku pasar modal di Indonesia, terhadap sensitivitas sektor AI yang memikul beban utang besar di tengah potensi kenaikan biaya pinjaman.

"Biaya untuk membiayai segala sesuatu, baik itu rumah keluarga tunggal baru atau pusat data raksasa, terus meningkat, dan itu berdampak pada banyak hal di pasar saham," kata Manajer Portofolio Argent Capital Management Jed Ellerbroek sebagaimana dikutip dari risetnya, Jumat (16/10).

Jed Ellerbroek menambahkan bahwa saham-saham dengan kinerja terbaik di pasar saat ini merupakan bisnis non-siklikal dan defensif. Kenaikan S&P 500 ditopang oleh penguatan saham Eli Lilly sebesar 3 persen, UnitedHealth 2,8 persen, dan Walmart 1,4 persen usai peningkatan peringkat dari Deutsche Bank.

Sebaliknya, sektor teknologi terus tertekan. Saham Nvidia merosot 1,8 persen, Dell Technologies turun 6,9 persen, dan Hewlett Packard Enterprise merosot 7,1 persen. Sementara itu, Indeks semikonduktor Philadelphia mencatatkan penurunan harian ketujuh berturut-turut sebesar 0,9 persen.

Aksi rotasi saham juga dipicu oleh data Indeks Harga Produsen (PPI) AS September yang mencatatkan kenaikan tertinggi dalam empat setengah tahun. Lonjakan PPI memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Berdasarkan data alat CME FedWatch, pelaku pasar suku bunga kini memperhitungkan probabilitas sebesar 67 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan Desember mendatang, naik dari posisi 62 persen pada hari sebelumnya.(*)