Stok Minyak AS Menyusut, Harga Brent Tembus USD105 per Barel
:
0
Harga minyak mentah dunia diperkirakan mencatat kenaikan lebih dari 6 persen pada pekan ini. (Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia diperkirakan mencatat kenaikan lebih dari 6 persen pada pekan ini. Lonjakan harga dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasokan di Timur Tengah serta penurunan tajam stok minyak bumi di Amerika Serikat.
Pada perdagangan Jumat, minyak mentah acuan Brent diperdagangkan melonjak hingga di atas USD105 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan stabil di atas USD97 per barel.
"Kapal kontainer berbendera Singapura yang tenggelam di Selat Hormuz awal pekan ini terkena proyektil Iran," tulis laporan Komando Pusat AS yang dikutip dari Trading Economics. Kejadian tersebut menambah ketidakpastian pemulihan aliran fisik minyak bumi dan mendorong tarif sewa kapal tanker ke rekor tertinggi.
Risiko pasokan global makin tinggi akibat memanasnya ketegangan antara Arab Saudi dan pasukan Houthi pendukung Iran di Yaman. Situasi ini meningkatkan risiko gangguan rantai pasok energi dunia, termasuk potensi dampak lonjakan biaya impor bahan bakar bagi pasar Indonesia.
Guna menekan gejolak pasar, Badan Energi Internasional (IEA) menyetujui pelepasan sisa 100 juta barel minyak dari intervensi terkoordinasi yang dimulai sejak Maret. Keputusan ini diambil usai adanya upaya lobi dari pejabat AS.
Di tempat lain, data Badan Informasi Energi AS (EIA) mengungkapkan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 8,6 juta barel pada minggu lalu. Penurunan persediaan tersebut tercatat sebagai yang terbesar sejak Februari.
Perkembangan ini membuat kinerja minyak WTI diperkirakan mengungguli Brent untuk periode pekan ini. Penguatan WTI didukung oleh biaya pengiriman minyak mentah AS yang lebih murah, yang pada akhirnya mendongkrak volume permintaan minyak asal Amerika tersebut.(*)
Related News
Dow Jones: Karhutla dan El Nino Ancam Ekspor Batubara RI
Investor Alihkan Saham AI ke Sektor Kesehatan, S&P 500 Rebound
IMF Minta Indonesia Jaga Defisit APBN 3 Persen
Kurangi Porsi, CGS Jual 43,7 Juta Saham Energi Mega Persada (ENRG)
Bursa Korsel Crash, Transaksi Distop, Anjlok Lebih 8%
Danantara, INA, Chandra Asri Bangun Industri Pertrokimia Kelas Dunia





