Investor Cemas Defisit APBN, IHSG Cenderung Tertekan
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks utama Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Jumat (1/5). Indeks S&P500 ditutup menyentuh rekor tertinggi baru. Itu didorong kenaikan saham Apple, dan koreksi harga minyak mentah. Harga minyak mentah melemah setelah Iran mengirimkan proposal perdamaian baru ke Amerika Serikat (AS) melalui Pakistan.
Namun, kemudian Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak puas dengan tawaran baru dari Iran tersebut. Trump menghadapi tenggat waktu 60 hari berdasar War Powers Resolution soal aksi militer dalam perang Iran. Rezim Trump berpendapat gencatan senjata sejak 7 April 2026 telah mengakhiri permusuhan kedua belah pihak.
Oleh sebab, Trump dapat menghindari permintaan persetujuan Kongres untuk perang tersebut. Pekan ini, investor global masih akan mencermati potensi putaran pembicaraan baru AS dengan Iran. Nah, dari data ekonomi, investor akan mencermati data tenaga kerja AS, dan data sektor jasa ISM.
Sedang dari domestik, akan rilis sejumlah data ekonomi. Yaitu indeks manufacturing PMI, neraca perdagangan, dan inflasi. Selain itu, juga akan rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026, cadangan devisa, indeks harga properti, dan penjualan mobil. Realisasi APBN 2026 hingga akhir Maret 2026 mencatat defisit Rp240,1 triliun.
Defisit itu setara 0,93 persen dari product domestic bruto (PDB), melebar dari akhir Maret 2026 dengan defisit 0,43 persen. Defisit itu disebabkan kenaikan belanja negara sebesar 31,4 persen menjadi Rp815 triliun, dan pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun atau 18,2 persen dari target.
Investor akan mencermati perkembangan realisasi APBN 2026 ini di tengah kekhawatiran akan disiplin fiskal, dan dampaknya terhadap ekonomi. Sementara itu, secara teknikal, jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu rebound di atas level 7.000, diperkirakan akan bergerak di kisaran 7.020-7.150. Namun, kalau bergerak di bawah 7.000, diperkirakan berpotensi uji level 6.750-6.850.
Menilik data dan fakta itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Bumi Resources (BUMI), Alamtri Minerals Indonesia (AADI), Sanurhasta Mitra (MINA), London Sumatera Plantations (LSIP), Timah (TINS), dan Perusahaan Gas Negara (PGAS). (*)
Related News
IHSG Siap Rebound? Analis Wanti-Wanti Sell in May Go Away
Bikin Tekor hingga Gempor, Ini 6 Ciri Investasi Bodong yang Lagi Marak
Asyik! Emiten Ini Bakal Cum Date Dividen Awal Mei, Cek Jadwalnya
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun





