EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup melemah. Itu seiring lonjakan harga minyak mentah, dan beberapa laporan keuangan emiten kuartal kedua tahun ini mengecewakan. Harga minyak mentah kembali melonjak yaitu WTI 2,8 persen dan, Brent 3,8 persen setelah beberapa hari terakhir mengalami koreksi tajam.

Ledakan harga minyak itu setelah kantor berita resmi Iran melaporkan rencana pengarahan lalu lintas di selat Hormuz dengan salah satu klausul melarang kapal milik Amerika Serikat (AS), dan Israel untuk melewati jalur tersebut. Meski demikian, rencana tersebut masih ditelaah oleh Parlemen Iran.

Sementara itu, beberapa emiten melaporkan kinerja keuangan kuartalan lebih rendah dari ekspektasi antara lain Sandisk susut 6 persen, dan AppLovin anjlok 20 persen. Di sisi lain, Western Digital melemah hingga 13 persen setelah proyeksi kuartal pertama mengecewakan investor.

Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street, dan mayoritas harga komoditas susut diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 6.290-6.235, dan resistance 6.400-6.450.

Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi saham Petrindo Jaya (CUAN), Semen Indonesia (SMGR), Astra International (ASII), Chandra Investasi (CDIA), Bakrie & Brothers (BNBR), dan Pertamina Energy (PGEO). (*)