Investor Cemas, IHSG Cenderung Koreksi
:
0
Petugas kebersihan tampak menyisir teras bursa efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kompak ditutup melemah. Itu terjadi setelah data inflasi tingkat produsen lebih tinggi dari perkiraan, dan kekhawatiran terhadap dampak negatif perkembangan teknologi kecerdasan buatan makin membesar.
Berdasar data Biro Statistik Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), pada Januari lalu inflasi tingkat produsen naik 0,5 persen mom dari sebelumnya 0,4 persen mom (angka revisi), dan lebih tinggi dari konsensus 0,3 persen mom. Inflasi inti tingkat produsen naik 0,8 persen mom, jauh lebih tinggi dari perkiraan 0,3 persen mom.
Sementara itu, kekhawatiran investor terhadap dampak negatif dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan makin meningkat paska-perusahaan Fintech milik Jack Dorsey, yaitu Block menyatakan telah mem-PHK 4.000 tenaga kerja, hampir separuh dari jumlah pekerja.
Konflik militer di Timur Tengah diprediksi memicu kenaikan inflasi diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Potensi lonjakan harga komoditas energi, dan mineral logam terutama emas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung terkoreksi.
Oleh sebab itu, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 2 Februari 2025, indeks akan menysiri kisaran support 8.090-7.945, dan resistance 8.380-8.525. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor untuk menyerap saham HMSP, WIIM, EMAS, ANTM, MDKA, dan ARCI sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
PMA Jadi Penopang Saat PMDN Loyo, Sektor Jasa Kini Jadi Incaran Asing
MSCI Tekan IHSG Pekan Depan? Ini Kata Analis
12 Inovasi Pilihan Ashoka, Dari Kelas Alam hingga Fantasi Tuli
MKNT Masuk Saham HSC & Keluar IHSG, Analis: Indeks Jadi Lebih Jujur
BLUE, PTSP hingga RSCH Kompak Ambles 29%, Ini Top Losers Sepekan!
Saham HSC Pimpin Top Gainers Pekan Ini, Cek Selengkapnya





