EmitenNews.com - Indeks Kospi Korea Selatan mencatat kenaikan signifikan hingga melampaui level 8.300 pada perdagangan Senin (6/7) pagi. Lonjakan ini didorong oleh aksi pembelian bersih yang masif oleh para investor ritel di bursa saham Negeri Ginseng tersebut.

Pada pukul 09.18 waktu setempat, indeks acuan Kospi menguat 220,13 poin atau 2,72 persen ke posisi 8.308,47 dibandingkan dengan sesi sebelumnya. Kospi dibuka menguat lebih dari 1 persen sebelum akhirnya memperpanjang keuntungan di perdagangan intraday. Performa positif ini melanjutkan tren bullish setelah Kospi melonjak 5,76 persen pada Jumat (3/7) lalu.

Investor ritel domestik menjadi penggerak utama pasar dengan membukukan pembelian bersih senilai 433,3 miliar won. Sebaliknya, investor asing dan institusional cenderung melepas aset dengan catatan penjualan bersih masing-masing sebesar 360,3 miliar won dan 97,9 miliar won.

Kenaikan indeks didukung oleh apresiasi saham dua raksasa teknologi dan semikonduktor. Saham Samsung Electronics menguat 3,39 persen atau 10.500 won menjadi 320.000 won. Sementara itu, saham SK Hynix bertambah 0,99 persen atau 24.000 won ke level 2.449.000 won.

Pergerakan positif saham teknologi global seperti Samsung dan SK Hynix sering kali menjadi indikator penting bagi pergerakan saham sektor serupa di pasar Asia, termasuk Indonesia.

Pasar saat ini tengah menanti rilis laporan pendapatan kuartal kedua sementara dari Samsung Electronics pada Selasa (7/7). Lembaga penyedia data keuangan FnGuide memproyeksikan konsensus pendapatan kuartal kedua Samsung akan mencapai 174,3017 triliun won, melonjak 133,8 persen secara tahunan. Laba operasi perusahaan juga diperkirakan melesat 1.721,5 persen menjadi 8,51766 triliun won.

Analis Kiwoom Securities, Han Ji-young, menjelaskan bahwa Kospi berpotensi memulihkan sebagian kerugian tajamnya pekan ini. Menurutnya, pasar sedang mengevaluasi beberapa sentimen global dan domestik.

"Investor menilai risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Juni, komentar pejabat senior Federal Reserve termasuk Presiden Bank Federal Reserve New York, serta indikator ekonomi utama AS seperti indeks manajer pembelian jasa Juni dari Institute for Supply Management," kata Han Ji-young seperti dikutip dari Bloomingbit.io.

Ia menambahkan bahwa pendapatan Samsung Electronics dan pencatatan saham SK Hynix American Depositary Receipts (ADR) di AS juga menjadi perhatian utama.

Berbeda dengan Kospi, indeks Kosdaq yang didominasi saham teknologi justru melemah 3,40 poin atau 0,39 persen ke posisi 865,01. Di pasar Kosdaq, investor ritel mencatat pembelian bersih 74,7 miliar won, sedangkan asing dan institusi melakukan penjualan bersih masing-masing 56,4 miliar won dan 14,9 miliar won. Saham kapitalisasi besar di Kosdaq bergerak bervariasi; Alteogen turun 1,46 persen dan EcoPro BM merosot 0,48 persen, sementara EcoPro naik 1,26 persen dan Rainbow Robotics terapresiasi 0,51 persen.(*)