Investor Singapura Jadi Pengendali Baru, BOGA Melejit ARA
:
0
Logo usaha PT Bintang Oto Global Tbk. (BOGA).
EmitenNews.com - PT Bintang Oto Global Tbk. (BOGA) melaporkan adanya pergeseran kursi pengendali perseroan setelah terjadinya transaksi melalui pasar negosiasi pada Rabu, 19 November 2025.
Johan, Direktur sekaligus Corporate Secretary BOGA dalam keterangan tertulisnya Kamis (20/11) Dalam laporan itu dijelaskan bahwa saham BOGA yang sebelumnya dimiliki PT Falcon Asia Investama kini telah beralih tangan kepada GX Archipelago Pte. Ltd. asal Singapura sebanyak 1.122.137.000 lembar saham, setara 29,561%, pada harga Rp520 per saham.
Adapun, bila dikalkulasikan nilai nominal transaksi tersebut mencapai kisaran Rp583.511.240.000 atau setara Rp583 miliar. Transaksi tersebut sekaligus menegaskan pengambilalihan kendali langsung terhadap perseroan BOGA.
Johan juga menjelaskan bahwa perubahan ini otomatis menjadikan GX Archipelago sebagai pengendali baru perseroan, menggantikan Falcon Asia Investama. Ia menerangkan bahwa pihak pengendali baru akan menjalankan kewajiban sesuai ketentuan otoritas.
“GX Archipelago Pte. Ltd. juga akan memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, termasuk namun tidak terbatas pada pelaksanaan Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) kepada pemegang saham minoritas,” tulis Johan.
Pada pembukaan perdagangan Kamis (20/11), saham BOGA tercatat langsung ngebut naik 25% atau setara 135 poin hingga menyentuh harga tertinggi harian di Rp675, alias Auto Rejection Atas (ARA).
Dalam sebulan naik 35 persen dari harga Rp500 pada 20 Oktober 2025. Dalam enam bulan terbang 19,4 persen dari harga Rp565 pada 20 Mei 2025. Secara tahunan (YTD) naik 22,7 persen dari harga Rp550 pada awal Januari 2025.
Related News
BI dan BNM Perkuat Kerja Sama Moneter, Cek Ruang Lingkupnya
Jelang Review MSCI 12 Mei, OJK Minta Pasar Tak Panik
BEI Pantau Saham FORE, Masuk Kategori UMA
POJK 4/2026 Berlaku, OJK Pisahkan Produk Investasi & DPK Bank Syariah
BEI Pantau Ketat WBSA Akibat Konsentrasi Kepemilikan Tinggi
Setujui Dua BPR di Jatim Bergabung, Mari Dengar Harapan OJK





