EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideway cenderung melemah. IHSG akan terseret bursa regional yang mengalami kenaikan khususnya Asia sudah diperdagangkan di zona negative.
”IHSG akan bergerak pada rentang support 6.660, dan resisten 6.735,” tutur Lukman Hakim, Research Analyst Reliance Sekuritas.
IHSG secara teknikal jangka pendek membentuk higher high, sudah berada pada range atas resistance level 6.735, dan indikator stochastic berada di area overbuy namun belum terjadi dead cross.
Kala IHSG berpotensi melemah, ada sejumlah saham berpotensi menguat. Antara lain BANK, BBKP, BBNI, BTPS, DMAS, INDY, PTRO, BMRI, dan MEDC.
IHSG pada perdagangan kemarin berhasil ditutup menguat 0,11 persen menjadi 6.554.30. Penguatan IHSG itu, didorong harapan para investor terkait pemulihan ekonomi tahun ini, keluarnya data rilis ekonomi nasional di tengah kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 diikuti pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat.
Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin didorong sektor teknologi 4,49 persen, sektor keuangan 1,08 persen, dan sektor kesehatan 0,39 persen. Para investor asing membukukan net buy pasar regular Rp40,18 miliar, dengan saham-saham paling banyak diborong BBCA, BMRI, dan ARTO.
Sementara bursa saham AS Wall Street, berhasil ditutup bervariasi. Dow Jones surplus 1,20 persen, sekaligus mencatat rekor tertinggi dua hari beruntun. Para investor merespons rilis The ISM Manufacturing PMI mengalami penurunan, dan di bawah konsensus para pelaku pasar. Itu membuat para investor mengalami kekhawatiran di tengah lonjakan kasus Covid-19 AS cukup signifikan.
Bursa Asia kompak melemah. Indeks indeks Nikkei 225 minus 0,19 persen, dan Kospi tekor 0,95 persen. Para pelaku pasar merespons rilis data ekonomi PMI Asia cendrung stabil. Bank itu, di Jepang, danChina. Hanya South Korea mengalami trend kenaikan selam 3 bulan terakhir. (*)
Related News
Tambah Porsi Direktur Ini Beli 1,4 Miliar Saham Impack Pratama (IMPC)
BBCA Sediakan Tabungan Emas di myBCA, Mulai dari 10 Ribu
Tabungan Emas Tumbuh 207 Persen, Begini Catatan BSI (BRIS) Bengkulu
Laba Semester I-2026 Rp4,3T CIMB Niaga (BNGA) Salurkan Kredit Rp247T
Komisaris dan 4 Direktur Kompak Beli Saham Bank Mestika Dharma (BBMD)
Pembiayaan Kendaraan Berbasis Syariah Tumbuh Kuat, Ini Penjelasan BSI





