EmitenNews.com - PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan publik perdana saham EMMI melejit menuju batas Auto Rejection Atas (ARA) di level Rp585. Meski begitu, sahamnya bergerak fluktuatif di kisaran Rp550 hingga Rp575 sepanjang perdagangan intraday.

Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja mengatakan dalam gelaran initial public offering (IPO) EMMI menerbitkan sebanyak 522,86 juta saham baru, yang mewakili 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, melakukan ekspansi fasilitas produksi serta mendukung kebutuhan modal kerja perseroan.

“Status perusahaan terbuka akan mendorong kami untuk semakin memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi informasi, dan mempercepat langkah kami dalam membangun ekosistem alat kesehatan yang lebih mandiri di Indonesia,” ujarnya, Rabu (8/7).

Presiden Komisaris EMMI juga menjelaskan, selain mengalokasikan tiga prioritas utama, dana hasil IPO sebagian akan digunakan untuk pembayaran pinajaman bank, pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, hingga pembelian dan pengadaan alat kesehatan.

“Fokus kami tetap pada penyediaan produk yang andal, layanan yang responsif, dan solusi yang releval bagi dunia kesehatan. Hal tersebut sejalan dengna moto persuahaan yang berbunyi, rakyat sehat, negara kuat dan maju,” ujarnya.

Sekadar diketahui, EMMI atau PT Esa Medika Mandiri Tbk merupakan perusahaan penyedia solusi alat kesehatan yang berdiri sejak tahun 2000. Fokus perusahaan pada perdagangan besar peralatan medis, seperti penyediaan berbagai jenis perlengkapan ruang operasi dan ICU.

Perseroan juga mengoperasikan jaringan distribusi nasional dan fasiitas produksi di Cikupa dan Solo dengan visi menjadi salah satu dari lima perusahaan penyedia alat kesehatan terbesar di Indonesia.