EmitenNews.com - Saham emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan reli penguatan hingga perdagangan Rabu (19/8). Hingga sesi II, ISAT masih terpantau menguat 5,38% naik 140 poin ke level Rp2.740.

Penguatan ini memperpanjang tren positif ISAT selama sepekan terakhir. Berdasarkan RTI Business, dalam kurun waktu lima hari perdagangan, ISAT telah melesat hingga 26,98% dari kisaran Rp2.150 di pekan lalu.

Pada perdagangan hari ini, ISAT dibuka di harga Rp2.580, dan sempat bergerak agresif pada sesi pagi hingga menyentuh harga tertinggi harian di level Rp2.850.

Volume perdagangan ISAT hingga sore ini mencatatkan 125,68 juta lembar saham dengan nilai transaksi (turnover) mencapai Rp342,92 miliar dari 28.608 kali frekuensi transaksi.

Dengan lonjakan harga itu, market cap ISAT kini menembus Rp88,04 triliun.

Ini Kata Analis

Senior Technical Analyst, M Nafan Aji Gusta menilai penguatan saham ISAT bukan semata-mata karena adanya aksi korporasi perseroan. Tetapi, kombinasi antara perbaikan fundamental perbaikan fundamental hingga ekspektasi pertumbuhan bisnis digital dan AI.

Sepanjang paruh pertama 2026, ISAT membukukan pendapatan sekitar Rp30,65 triliun atau tumbuh 13,1% yoy. Sedangkan laba bersih mencapai Rp4,31 triliun dan melonjak 84,5%.

“Untuk ISAT, kenaikan sahamnya bukan semata-mata karena aksi korporasi, tetapi kombinasi antara perbaikan fundamental, ekspektasi pertumbuhan bisnis digital, AI/cloud, potensi efisiensi, serta corporate action yang meningkatkan daya tarik saham. Di sisi lain, pasar juga mencermati agenda RUPSLB serta berbagai langkah strategis perseroan,” ujar Nafan kepada EmitenNews, Rabu (19/8).

Kendati demikian, Nafan mengingatkan kepada investor agar tidak melihat kenaikan harga yang eksponensial. Menurutnya, dari segi fundamental memang membaik dan growth story-nya menarik, namun sebagian ekspektasi positif tersebut kemungkinan sudah mulai tercermin dalam harga.