Jadi Pengendali Lucy In The Sky (LUCY), Berikut Profil Delta Wibawa Bersama

EmitenNews.com - PT Delta Wibawa Bersama (DWB) menjadi pengendali baru PT Lima Dua Lima Tiga (LUCY). Itu setelah DBW memborong 266.793.750 alias 266,79 juta lembar senilai Rp28,54 miliar. Transaksi setara 25,78 persen itu dilakukan pada harga Rp107 per lembar.
DWB memborong saham tambahan milik Felly Imransyah. Menyusul transaksi itu, DWB kini mengempit 342.281.250 alias 342,28 juta lembar setara 33,07 persen dari modal ditempatkan dan disetor Lucy In The Sky. Artinya, DWB menjadi pengendali baru restoran besutan Wulan Guritno tersebut.
Lalu siapa DWB? Ya, DWB sebuah perusahaan real estate beralamat di Gedung Oleos 2, Lantai 2, Jalan Kebagusan I Kavling 6, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Komisaris Djarot Kusumayakti, Direktur Utama Irianto, Direktur Fasika Khaerul Zaman, Direktur Hermansyah, dan Direktur Marrita Erhar. Dengan beneficial owner Dimas Wibowo.
DWB memiliki modal disetor dan ditempatkan sejumlah Rp500 juta. Para pemegang saham DWB antara lain Dimas Wibowo 4.900 lembar senilai Rp490 juta setara 98 persen, Merrita Erhar 50 lembar senilai Rp5 juta setara dengan 1 persen, dan Hermansyah 50 lembar sejumlah Rp5 juta setara 1 persen.
Sebelumnya, DWB memborong saham Lucy In The Sky senilai Rp8,14 miliar. Itu dilakukan dengan menyerok 75.487.400 alias 75,48 juta lembar. Transaksi dilakukan dua kali dengan kisaran harga Rp107-110 per lembar. Transaksi tersebut dilakukan pada 20 April 2022. ”Transaksi bertujuan untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,” tutur Andarurachman Putra, Direktur Utama PT Lima Dua Lima Tiga, Kamis (21/4).
Menyusul transaksi itu, kini Delta Wibawa Bersama mempunyai 75,48 juta saham PT Lima Dua Lima Tiga. Menanjak menjadi setara 7,29 persen dari posisi sebelumnya dengan posisi nol persen. Delta Wibawa Bersama memborong saham milik duo pentolan perusahaan.
Yaitu, milik Surya Andarurachman Putra sebagai CEO, dan Felly Imransyah beroperasi sebagai komisaris. Surya menjual 22.781.200 lembar pada harga Rp110 per saham senilai Rp2,5 miliar. Dengan begitu, saham Surya berkurang 3,75 persen menjadi 148,21 juta lembar atau 12,77 persen dari sebelumnya 171 juta lembar setara 16,52 persen.
Sementara Felly melepas 52,7 juta lembar dengan harga pelaksanaan Rp107 per saham sejumlah Rp5,63 miliar. Menyusul transaksi itu, Felly kini hanya mempunyai 266,79 juta lembar atau 24,12 persen. Berkurang 6,75 persen dari sebelum transaksi sebanyak 319,50 juta lembar. (*)
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG