EmitenNews.com - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) menyiapkan amunisi hingga maksimal Rp50 miliar untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham di tengah upaya menjaga stabilitas harga di pasar.

Corporate Secretary GOOD, I Made Astawa pada Selasa (17/3/2026), perseroan memperkirakan jumlah saham yang akan dibeli kembali mencapai 0,39 persen atau sekitar 143,31 juta saham dari total saham yang telah diterbitkan.

I Made Astawa menjelaskan buyback saham ini menjadi instrumen fleksibilitas bagi perseroan, terutama ketika harga saham dinilai belum mencerminkan nilai fundamental.

“Perseroan dapat memiliki mekanisme untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan jika harga saham perseroan tidak mencerminkan nilai/kinerja perseroan,” ujar Made.

Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri dengan jangka waktu maksimal tiga tahun.

Meski demikian, perseroan membuka opsi untuk sewaktu-waktu mengalihkan saham tersebut sesuai kebutuhan.

Lalu dari sisi pendanaan, seluruh aksi korporasi ini dijelaskan I Made akan menggunakan kas internal. Artinya, terdapat potensi penurunan kas hingga maksimum Rp50 miliar, namun manajemen memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu operasional.

I Made juga mengatakan bahwa buyback tidak akan memberikan tekanan signifikan terhadap pendapatan, sekaligus berpotensi memberikan sentimen positif bagi pemegang saham melalui stabilitas harga di pasar.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, GOOD akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (23/4/2026).

Jika disetujui, pelaksanaan buyback akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan sejak tanggal persetujuan.

Dalam pelaksanaannya, perseroan menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan mengeksekusi aksi pembelian kembali saham tersebut.