EmitenNews.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) melalui anak usaha PT Jasamarga Bali Tol (JBT) menandatangani fasilitas pembiayaan investasi senilai Rp1,56 triliun dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) pada Sabtu (1/8/2026). Pembiayaan dari BSI ini menggunakan skema Sustainability Linked Financing (SLF) untuk pengelolaan Jalan Tol Bali Mandara.

Penandatanganan dilakukan sebagai bagian dari komitmen kedua BUMN dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, skema SLF dipilih untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dan ESG ke dalam strategi perusahaan.

"Pembiayaan melalui skema SLF ini tidak hanya memperkuat struktur pendanaan PT JBT, tetapi juga membuktikan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan," ujar Rivan.

PT JBT mengoperasikan Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 km. Perseroan telah menerapkan sejumlah inisiatif ESG, seperti mengoperasikan PLTS pertama di jalan tol, penggunaan lampu LED, pelestarian mangrove Tahura Ngurah Rai, hingga pengelolaan sampah organik.

"Pembiayaan ini menjadi pilot project penerapan pembiayaan berkelanjutan di lingkungan Jasa Marga. Kami berharap dapat menjadi acuan bagi anak usaha lain dalam mempercepat transisi energi," kata Rivan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta menyebut BSI sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang menyalurkan pembiayaan dengan skema SLF. Penandatanganan SLF ini merupakan tonggak penting bagi industri perbankan syariah nasional sekaligus sinergi BUMN yang sejalan dengan visi asta cita pemerintah,.

Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan emiten BUMN bank syariah ini tercatat Rp78,6 triliun atau 23% dari total pembiayaan. Sektor yang dibiayai meliputi UMKM, energi terbarukan, dan kegiatan pendukung transisi energi. ***