Jawara HSC, ini Kinerja Emiten Sri Tahir (MPRO) Semester I
:
0
Salah satu hunian vertikal garapan Maha Properti. Foto - Dok MPRO
EmitenNews.com - Maha Properti (MPRO) per 30 Juni 2026 rugi Rp16,21 miliar. Menciut 21,23 persen dari posisi sama tahun lalu boncos Rp20,58 miliar. Oleh sebab itu, rugi per saham dasar emiten properti keluarga Sri Tahir tersebut menjadi Rp0,00163 dari sebelumnya Rp0,00207.
Pendapatan Rp3,15 miliar, melonjak 53,65 persen dari posisi sama tahun lalu Rp2,05 miliar. Beban pokok penjualan dan beban langsung Rp2,1 miliar, bengkak dari edisi sama tahun sebbelumnya Rp1,59 miliar. Laba kotor terkumpul Rp1,05 miliar, melonjak 128,26 persen dari edisi sama tahun lalu Rp467,28 juta.
Beban penjualan Rp276,49 juta, berkurang dari Rp354,74 juta. Beban umum dan administrasi Rp7,24 miliar, turun dari Rp10,87 miliar. Pendapatan lain-lain Rp201,9 juta, menanjak dari Rp115,07 juta. Beban lain-lain Rp220,1 juta, bbertambah dari Rp155,55 juta. Beban pajak Rp81,7 juta, naik dari Rp56,62 juta.
Rugi usaha Rp6,57 juta, menyusut dari posisi sama tahun lalu Rp10,85 miliar. Pendapatan keuangan Rp169,25 juta, berkurang dari Rp185,87 juta. Beban keuangan Rp9,8 miliar, turun dari Rp9,92 miliar. Rugi bersih periode berjalan Rp16,21 miliar, mengalami penyusutan dari episode sama tahun lalu Rp20,58 miliar.
Total ekuitas Rp1,17 triliun, turun dari Rp1,18 triliun. Defisit Rp228,17 miliar, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp211,96 miliar. Jumlah liabilitas Rp499,01 miliar, bertambah dari Rp489,74 miliar. Total aset Rp1,66 triliun, terkoreksi dari akhir tahun lalu Rp1,67 triliun.
Jawara HSC
Berdasar publikasi terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) saham penyintas HSC periode Rabu, 15 Juli 2026, MPRO menduduki posisi pertama. Emiten properti keluarga Sri Tahir dengan kepemilikan segelintir elit mencapai 99,99 persen. Hasil itu sukses melengserkan penguasa lawas HSC yaitu Rockfields Properti Indonesia (ROCK) dengan 99,85 persen.
ROCK harus terlempar ke posisi 9, di bawah DCI Indonesia (DCII) 99,96 persen, Krom Bank (BBSI) 99,95 persen, Pradiksi Gunatama (PGUN) 99,95 persen, Golden Flower (POLU) 99,94 persen, Soho Global (SOHO) 99,93 persen, Bank Permata (BNLI) 99,92 persen, dan Yupi Jelly Gum (YUPI) 99,91 persen.
Tampilnya MPRO sebagai jawara HSC di luar dugaan. Terlebih, Sri Tahir sebagai pentolan MPRO melakukan sejumlah menuver. Pada 9 Juni 2026 misalnya. Kala itu, Sri Tahir mengurangi timbunan saham MPRO. Sang pengendali itu, diketahui telah melego 26.143.790 lembar. (*)
Related News
DATA Raup Laba Bersih Melonjak 71 Persen di Semester I 2026
Babak Belur, CMPP Paruh Pertama Tekor Rp1,45 Triliun
ASLC Catat Pendapatan Naik, Tapi Laba Bersih Susut 54% di Q1 2026
Laba dan Pendapatan Emiten Grup Lippo (LPCK) Kompak Melejit
ADHI Buka Suara Soal Keterlambatan Serah Terima Unit Anak Usaha ADCP
Biayai Akuisisi, MGLV Right Issue 285,73 Juta Lembar





