EmitenNews.com - Kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,96 persen menjadi 5.999, Sucor Sekuritas menggelar sesi C-Talks bersama manajemen Niramas Utama (JELI). Emiten consumer goods dengan merek dessert sehat Inaco itu, dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

Dalam sesi diskusi eksklusif titu, JELI mengungkap alasan di balik lonjakan laba bersih 220 persen menjadi Rp38,4 miliar dari periode akhir 2024 senilai Rp12,4 miliar. Capaian itu, diraih meski pendapatan mengalami penurunan 4,49 persen menjadi 753,01 miliar dari posisi tahun 2024 sejumlah Rp788,4 miliar.

Direktur JELI Adhi S. Lukman, menjelaskan penurunan pendapatan bukan disebabkan pelemahan permintaan, melainkan hasil strategi untuk meningkatkan kualitas penjualan melalui evaluasi menyeluruh terhadap portofolio produk. JELI secara selektif menghentikan penjualan stock keeping unit (SKU) kurang produktif dengan margin rendah agar lebih fokus pada produk profitabilitas lebih tinggi.

“Kita melakukan review terhadap portofolio produk, dan unit kurang produktif, kemudian kita lakukan penyesuaian. Ada beberapa SKU kita hentikan, dan langkah tersebut justru memberi dampak positif terhadap struktur kinerja Inaco menjelang initial public offering (IPO),” ujar Adhi S. Lukman, Direktur Niramas Utama.

Strategi tersebut tercermin pada peningkatan kinerja operasional JELI. EBITDA meningkat 28,14 persen menjadi Rp102,3 miliar pada 2025, dan Return on Equity (ROE) melonjak dari 9,81 persen pada 2024 menjadi 26,82 persen pada 2025. Saat bersama, struktur permodalan juga makin sehat dengan Debt to Equity Ratio (DER) turun dari 3,41x (2023) menjadi 2,79x (2025) mencerminkan perbaikan struktur permodalan.

Menjelang penawaran umum perdana saham (IPO), sekitar 51 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat ekspansi kapasitas produksi melalui penyertaan modal kepada anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). Fokus utama investasi tersebut engembangan kategori gummy candy, segmen baru dinilai memiliki potensi pertumbuhan, dan peluang ekspor besar.

“Kita juga melakukan studi ke berbagai pasar internasional, dan melihat adanya peluang besar kategori gummy candy. Produk ini akan kita kembangkan dengan diferensiasi kuat. Target kita menghadirkan produk yang dapat dinikmati semua segmen usia, dengan tetap mengedepankan kualitas rasa, dan aspek kesehatan. Inilah yang menjadi fokus pengembangan portofolio kita ke depan,” ucapnya.

Selain memasuki kategori gummy candy, JELI juga terus memperluas portofolio produk melalui peluncuran Mogo Choco pada ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ), memperkuat lini minuman fungsional melalui produk EnerGel, menyasar konsumen muda dengan kebutuhan gaya hidup sehat tanpa mengorbankan cita rasa.

Didirikan pada 1990, Inaco saat ini mengoperasikan empat fasilitas produksi berlokasi di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi. Inaco memiliki lebih dari 115 SKU aktif didistribusikan melalui 251 titik distribusi Indonesia, dan telah menembus pasar ekspor lebih dari 30 negara.

Inaco juga telah mengantongi berbagai sertifikasi, termasuk Halal Indonesia, GMP, BPOM, dan tersertifikasi ISO 22000:2018 - Food Safety Managament System penerapan standar internasional dalam sistem manajemen keamanan pangan, dan meraih penghargaan Top Brand secara berturut-turut periode 2013–2022.