EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (2/4/2026) di zona merah dengan koreksi 0,45 persen atau turun 32,38 poin ke level 7.152,06 pada awal sesi I. 15 menit berselang, IHSG menunjukkan kondisi pelemahan hingga nyaris 1 persen yakni, 0,90 persen di level 7.120,07.

Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan pasar yang cenderung mixed, dengan 211 saham menguat, 222 saham melemah, dan 525 saham stagnan.

Nilai transaksi di awal perdagangan tercatat sebesar Rp558,3 miliar dengan volume 942,9 juta saham dari 68 ribu kali transaksi. Komposisi ini mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi meski sebagian saham mencoba bertahan di zona hijau.

Perdagangan hari ini juga menjadi penutup pekan bagi pasar keuangan domestik, seiring libur Jumat Agung atau Hari Wafat Yesus Kristus pada Jumat (3/4/2026) yang membuat aktivitas bursa dihentikan sementara.

Reliance Sekuritas dalam catatan hariannya, Kamis (2/4/2026) secara global, sentimen pasar cenderung positif setelah bursa Wall Street ditutup menguat, didorong harapan de-eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran. Indeks regional Asia bahkan dibuka menguat signifikan, dengan Nikkei 225 naik 5,24 persen dan Kospi melonjak 8,44 persen.

Meski demikian, tekanan jual asing masih membayangi pasar domestik. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp162,85 miliar di pasar reguler, terutama pada saham-saham perbankan besar dan komoditas.

Dari sisi teknikal, IHSG menunjukkan sinyal penguatan jangka pendek setelah membentuk pola white spinning top, berhasil menembus MA5, serta indikator stochastic yang membentuk golden cross. Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam kisaran support di level 7.136 dan resistance di level 7.240 dengan kecenderungan menguat.

Adapun, sejumlah saham yang direkomendasikan secara teknikal pada perdagangan hari ini antara lain BREN, CUAN, AMMN, dan SMGR, seiring potensi lanjutan penguatan di tengah sentimen global yang membaik. (*)