EmitenNews.com—Pergerakan Indek Harga Saham Gabungan untuk mengawali awal pekan ini diperkirakan bergerak di range resistance 7160, posisi pivot ada di 7100 dan untuk level support diperkirakan pada 7050.
IHSG membentuk pola tweezer bottom dan menguji resistance level 7100 bersamaan dengan rebound signifikan pada perdagangan Jumat (11/11). Bersamaan dengan pergerakan tersebut, Stochastic RSI dan MACD berpotensi membentuk golden cross, jika IHSG mengkonfirmasi resistance breakout di 7100. Potensi penguatan lanjutan ke kisaran 7130-7160 di Senin (14/11).
Katalis positif berasal dari penurunan inflasi di AS ke 7.7% yoy di Oktober 2022 dari 8.2% yoy di September 2022. Hal tersebut memicu ekspektasi bahwa the Fed akan mengurangi agresivitasnya dalam menaikan sukubunga acuan dalam beberapa bulan kedepan. Hal ini memicu penguatan signifikan nilai tukar Rupiah sebesar 1.28% ke Rp15,490 per USD di Jumat sore (11/11).
Dari regional, Tiongkok berencana melonggarkan aturan karantina terkait COVID-19. Hal ini berpotensi memicu rebound pada harga komoditas. Dengan demikian, pelaku pasar dapat mencermati peluang speculative buy pada ADRO, ITMG, PTBA dan UNTR yang melemah signifikan dalam sepekan terakhir.
“Saham lain yang dapat diperhatikan, meliputi AGRO, BBRI, BMRI, PGAS, MEDC dan KLBF,” kata Valdy Kurniawan Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya yang diterima EmiteNews.com.
Related News
IHSG Selasa Anjlok Tinggalkan Level 8.000, Tekanan Jual Masih Dominan
Level 8.000 Sempat Jebol, Laju IHSG Sesi I (3/3) Cenderung Mendatar
Saudi Larang Impor Unggas dan Telur Dari 40 Negara, Termasuk Indonesia
Januari Kunjungan Wisman Naik, Perjalanan Wisnus Turun
Prabowo Minta Zulhas Turun Pastikan Pangan, MBG dan Kopdes Terkelola
Indonesia Mulai Perundingan Perdagangan Bebas Dengan Uzbekistan





