Prediksi IHSG Sepekan, Analis Ungkap Sentimen dan Hal Ini
:
0
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai sentimen terkait risiko reclassification pasar modal Indonesia telah berkurang setelah MSCI memberikan afirmasi terhadap status Indonesia.
"Kalau menurut saya, kekhawatiran pasar mengenai reclassification pasar modal Indonesia ke frontier market sudah dinyatakan hilang. Bahkan MSCI sudah mengafirmasi hal tersebut," ujar Nafan kepada emitennews, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, setelah sentimen tersebut mereda, pasar kini lebih banyak mencermati perkembangan kinerja fundamental emiten setelah periode pelaporan Mei berakhir.
Ia menilai kondisi fundamental pasar domestik saat ini masih cukup solid dan resilien sehingga dapat menjadi penyangga atau buffer bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) agar tidak mengalami tekanan lebih dalam.
Selain itu, reformasi pasar modal yang telah dilakukan OJK dan SRO diperkirakan menjadi faktor pendukung pergerakan indeks.
Meski demikian, sejumlah faktor eksternal masih menjadi perhatian utama pasar. Nafan menyebut pelemahan nilai tukar rupiah serta ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, masih menjadi sentimen negatif yang berpotensi membebani pergerakan pasar saham domestik.
Di sisi lain, pasar juga akan mencermati proses rebalancing FTSE Russell yang dinilai berpotensi memengaruhi arus dana asing dalam jangka pendek.
Nafan menambahkan aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) sepanjang tahun yang telah mencapai Rp90,5 triliun menjadi salah satu tekanan terbesar bagi pasar. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut bersifat sementara.
Dari sisi teknikal, Mirae Asset memproyeksikan dalam skenario negatif IHSG berpotensi menguji level wave 5/A alternative di area 6.684 yang sebelumnya telah disentuh pada 21 Mei 2026.
Sementara dalam skenario positif, IHSG diperkirakan berpeluang menguji level wave B di area 7.628 dan wave B alternative pada level 8.824 sebagai target realistis maupun optimistis sepanjang tahun ini.
Related News
MSCI Belum Usai, Edisi Juni Dua Isu ini Hantui Bursa RI
Penurunan Permintaan Turunkan HR CPO Periode Juni
Danareksa Rombak Direksi, Ngurah Wirawan Jadi Dirut
OJK Resmi Larang Gerbang Aset Digital (Fasset) Jual Aset Kripto!
Resmi Degradasi, AMRT Huni Dasar Klasemen Top Losers
Duh! IHSG Ditutup Melemah, Rupiah pun Kian Tertekan





