Gagal Nanjak, IHSG Malah Melemah ke 6.234, INDY Pimpin Top Losers LQ45
:
0
Main hall Bursa Efek Indonesia
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatan dan tutup di zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin (3/8/2026). Indeks komposit turun tipis 1,6 poin atau 0,03% ke level 6.234,49.
Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG langsung menguat ke level 6.272,61. Usai mencapai level tertinggi intraday cenderung bergerak di zona merah.
Aksi jual tercermin pada penurunan harga 348 saham, hanya 292 saham menguat, dan 150 saham lainnya stagnan.
Total volume perdagangan awal pekan ini sebanyak 38,73 miliar saham, frekuensi 2,32 juta kali, dan nilai transaksi Rp14,32 triliun.
Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) mencatat transaksi terbesar Rp716,6 miliar. Namun demikian, harganya tertekan 3,7% ke Rp2.080 per saham.
Saham dengan nilai transaksi tertinggi berikutnya Amman Mineral (AMMN) Rp570 miliar, Bumi Resources (BUMI) Rp540,6 miliar, dan Bach Multi Global (BACH) Rp520,4 miliar. Ketiganya mencatat kenaikan harga.
Sementara itu, saham LQ45 dengan kenaikan tertinggi dipimpin Mitra Adi Perkasa (MAPI) naik 21,86% ke Rp1.895, Trimegah Bangun Persada (NCKL) menguat 4,47% ke 935, dan AMMN yang naik 4,39% ke Rp4.280 per saham.
Di lain sisi, saham LQ45 dengan penurunan terbesar dipimpin Indika Energy (INDY) turun 11,03% ke Rp2.340, Charoen Pokphand (CPIN) turun 3,95% ke Rp3.160, dan Surya Citra Media (SCMA) merosot 2,88% ke Rp202 per saham.
Related News
IHSG Sesi I (3/8) Berakhir Loyo, Breakout Berlanjut?
Breakout, IHSG Melejit 0,59 Persen ke 6.272 di Pembukaan Bulan Agustus
IHSG Bersinar, Serok Saham ASII, BRPT, INCO, dan AMMN
Saham Samsung dan SK Hynix Anjlok 8 Persen, KOSPI Terperosok
IHSG Diprediksi Menguat, Analis Sebut Sentimen Ini Bisa Berpengaruh
Terus Menguat, IHSG Jejak Level 6.400





