EmitenNews.com - Konglomerat Low Tuck Kwong kembali menempati posisi teratas orang terkaya di Indonesia. Dengan estimasi kekayaan USD16,7 miliar, pendiri Bayan Resources itu sekaligus menempati peringkat ke-168 orang terkaya sejagad. 

Dengan posisi tersebut Low Tuck Kwong, kelahiran Singapura, 17 pril 1948, mengungguli pendiri Barito Pacific Prajogo Pangestu yang memiliki kekayaan USD16,1 miliar di peringkat 178 dunia. Juga di ataspemilik Grup Djarum dan PT  Bank Central Asia Tbk (BCA), R. Budi Hartono, dengan kekayaan USD15,7 miliar di posisi 183 dunia.

Sesuai data Forbes Indonesia, seperti dikutip Senin (3/8/2026), posisi keempat ditempati pemilik Salim Group Anthoni Salim dengan kekayaan USD10,6 miliar. Kemudian, disusul Tahir dan keluarga yang memiliki kekayaan USD8,8 miliar.

Orang terkaya Indonesia lainnya yang bergerak di sektor petrokimia, pendiri Indorama Corporation Sri Prakash Lohia pada posisi keenam dengan estimasi kekayaan USD8,3 miliar.

Sedangkan pengusaha pada sektor pusat data (data center) juga memperlihatkan dominasinya melalui dua nama, yakni pendiri DCI Indonesia Otto Toto Sugiri dengan kekayaan USD7,4 miliar. Kemudian, Presiden Komisaris DCI Indonesia Marina Budiman yang memiliki kekayaan USD5,3 miliar.

Tiga posisi terakhir dalam daftar ditempati Lim Hariyanto Wijaya Sarwono dengan kekayaan USD4,5 miliar, Theodore Rachmat sebesar USD4,3 miliar, dan Sukanto Tanoto dengan kekayaan USD4,1 miliar. 

Jika diperhatikan data Forbes juga menunjukkan dominasi pengusaha pada sektor sumber daya alam. Mereka masih bertahan di jajaran konglomerat Indonesia melalui batu bara, energi, dan petrokimia. 

Namun, kehadiran Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman di 10 besar memperlihatkan meningkatnya valuasi bisnis pusat data seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Berikut daftar 10 Orang Terkaya Indonesia per 2 Agustus 2026:

  1. Low Tuck Kwong      Batu Bara                         USD16,7 miliar
  2. Prajogo Pangestu     Petrokimia & Energi         USD16,1 miliar
  3. R. Budi Hartono        Perbankan & Tembakau   US15,7 miliar
  4. Anthoni Salim           Diversifikasi                      USD10,6 miliar
  5. Tahir & Family           Diversifikasi                      USD8,8 miliar
  6. Sri Prakash Lohia     Petrokimia                        USD8,3 miliar
  7. Otto Toto Sugiri         Pusat Data                       USD7,4 miliar
  8. Marina Budiman        Pusat Data                       USD5,3 miliar
  9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono Kelapa Sawit & Nikel USD4,5 miliar
  10. Theodore Rachmat    Diversifikasi                     USD4,3 miliar.