EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kembali melanjutkan penguatan. Itu ditopang lonjakan saham Amazon di tengah sikap investor mengabaikan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Saham Amazon ditutup menguat signifikan 15,32 persen setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua tahun ini lebih baik dari ekspektasi.

Kinerja positif itu, seiring soliditas bisnis komputasi awan sehingga membuat investor kembali percaya diri soal belanja modal jumbo untuk teknologi kecerdasan buatan. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007 ke level 5,27 persen.

Sedangkan imbal hasil untuk tenor 10 tahun naik ke level 4,7 persen, merupakan imbal hasil tertinggi sejak Januari 2025. Kenaikan imbal hasil tersebut terutama dipicu ketidakpercayaan investor terhadap gubernur The Fed, Kevin Warsh mengenai komitmen untuk mengendalikan angka inflasi akhir-akhir ini naik signifikan karena melonjaknya harga minyak mentah.

Penguatan indeks bursa Wall Street, sesuai ekspektasi mayoritas kinerja keuangan emiten paruh I 2026, dan aksi jual investor asing mereda diprediksi menjadi sentimen positif pasar. So, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.185-6.135, dan resistance 6.290-6.340.

Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Amman Mineral (AMMN), Barito Pacific (BRPT), Astra International (ASII), Vale Indonesia (INCO), Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS), dan Timah (TINS). (*)