IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Jokowi Minta Warga Isoman Ketika Hasil Tes Positif Omicron, tapi Tanpa Gejala

28/01/2022, 19:01 WIB

Jokowi Minta Warga Isoman Ketika Hasil Tes Positif Omicron, tapi Tanpa Gejala

EmitenNews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat saat terpapar Covid-19 varian Omicron agar segera melakukan isolasi mandiri (isoman) selama 5 hari, apabila tidak merasakan gejala. Ini penting agar beban fasilitas kesehatan dari puskesmas sampai rumah sakit (RS) bisa berkurang.


"Ketika hasil tes PCR saudara positif Omicron, tanpa ada gejala, silakan melakukan isoman selama 5 hari. Bila ada gejala batuk, pilek, demam silakan hubungi telemedicine atau puskesmas atau ke dokter terdekat," kata Presiden Jokowi melalui keterangan video dari Istana Bogor pada Jumat (28/1/2022).


Dengan demikian, menurut Presiden Jokowi, beban fasilitas kesehatan dari puskesmas sampai rumah sakit bisa berkurang. Menjaga beban perawatan di RS penting agar fasilitas kesehatan dapat lebih fokus menangani pasien dengan gejala berat maupun pasien penyakit lain yang membutuhkan layanan intensif.


"Tak semua kasus Covid-19 varian Omicron membutuhkan layanan langsung karena gejalanya tidak membahayakan. Yang paling penting meminimalkan kontak, ini akan mencegah penyebaran yang lebih luas," tambah Jokowi.


Sementara itu, pemerintah melaporkan penambahan 9.905 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan kasus baru itu, per Jumat (28/1/2022) itu, tersebar di 32 provinsi. Dengan begitu, total kasus Covid-19 di Tanah Air berjumlah 4.319.175.


Sementara itu, secara kumulatif, kasus sembuh dari Covid-19 bertambah 2.028 sehingga totalnya menjadi 4.131.333 kasus. Dengan demikian, pasien Covid-19 yang meninggal dunia jadi 144.268 jiwa.


Kasus aktif juga bertambah sebanyak 7.870 kasus sehingga secara total saat ini terdapat 43.574 kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Kasus aktif adalah pasien infeksi virus Corona (Covid-19) yang menjalani perawatan di rumah sakit, atau memilih isolasi mandiri. ***


Author: N A