EmitenNews.com - Gudang penyimpanan zat kimia pestisida milik PT Biotek Saranatama di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Kota Tangerang Selatan, Banten, belum memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL). 

Temuan Kementerian Lingkungan Hidup itu, berdasarkan hasil pengecekan dan pemeriksaan langsung terhadap perusahaan kimia yang sebelumnya terdapat kasus kebakaran dan pencemaran Sungai Cisadane itu.

"Saya tidak melihat IPAL buruk, tetapi saya tidak melihat adanya IPAL itu di perusahaan ini," ucap Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, di Tangerang, Jumat (13/2/2026).

Kondisi lingkungan di Kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kota Tangerang Selatan ini dinilai belum memenuhi standar. Bisa diketahui, imbasnya ekosistem air serta udara di sekitar daerah Tangerang Raya banyak terjadi pencemaran.

"Ini kesalahan fatal yang tidak boleh dilakukan. Jadi kami dengan teman-teman Pori akan mendalami lebih detail, karena sejatinya untuk chemical ini ada perlakuan yang lebih ketat daripada ipal biasanya," terangnya.

Idealnya setiap kawasan pergudangan khususnya yang menyimpan bahan beracun berbahaya (B3) ada perlakuan khusus. Memiliki IPAL untuk meminimalisir terjadinya pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

Kementerian LH akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penemuan kasus tersebut. Secara teknis keadministrasian, keteknisan KLH akan melakukan, memerintahkan pengelola kawasan untuk melakukan audit lingkungan secara presisi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Pemerintah akan mengambil langkah tegas dalam menangani persoalan pencemaran lingkungan. Tuntutan secara pidana dan perdata bakal segera dilayangkan terhadap pihak terkait yang melanggar aturan lingkungan. 

Didahului insiden kebakaran gudang pestisida PT BS di Kawasan Pergudangan Taman Tekno, BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan 

Seperti diketahui pencemaran Sungai Jaletreng, yang berujung ke Sungai Cisadane, terjadi setelah insiden kebakaran gudang pestisida PT BS di Kawasan Pergudangan Taman Tekno, BSD Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (9/2/2926) dini hari.

Sekitar 20 ton bahan pestisida terbakar, di antaranya terdapat cairan jenis cypermetrin dan profenofos. Cypermetrin dan profenofos adalah campuran dua bahan aktif insektisida yang umum dipakai untuk mengendalikan berbagai jenis hama pengunyah dan penghisap seperti ulat, kutu daun, wereng pada tanaman holtikultura dan palawija.

Bahayanya karena pencemaran Sungai Cisadane yang diduga disebabkan 2,5 ton racun pembasmi hama, telah meluas hingga radius 22,5 kilometer. Alirannya meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang, menurut Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sampel air sungai yang tercemar. Tapi dia mengklaim pencemarannya masih dalam batas normal dan terkendali.

Meski begitu, sejumlah warga yang tinggal di sekitar Tangerang Selatan mengeluhkan air PDAM yang berbau dan seperti tercampur minyak.

Dalam pengamatan pakar teknik lingkungan, Ivan S Jayawan, konsentrasi pencemaran sudah di atas ambang aman untuk makhluk hidup. Ia mendasarkan pandangannya dengan melihat fakta berupa air sungai yang berubah jadi putih dan berbau serta biota sungai yang mati. ***