Jumbo, Rajawali Kapital Tampung 16,6 Miliar Saham ARCI
:
0
Pengurus ARCI tampak berbincang usai pelaksanaan RUPS Tahunan tahun buku 2025. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Rajawali Kapital Emas menambah timbunan saham Archi Indonesia (ARCI). Itu dilakukan sang pengendali perseroan tersebut dengan menyerap 16,6 miliar eksemplar. Transaksi borong saham jumbo itu telah ditahbiskan pada 23 Juni 2026.
Transaksi dengan tujuan restrukturisasi internal (pengalihan antar-afiliasi dalam satu group) itu, terjadi dengan harga pelaksanaan Rp1.100. Menyusul skema harga tersebut, Rajawali Kapital Emas dipaksa merogoh dana taktis senilai Rp18,26 triliun.
Dengan penuntasan transaksi itu, koleksi saham ARCI dalam pangkuan Rajawali Kapital Emas makin superior. Tepatnya, menjadi 21,1 miliar eksemplar setara dengan porsi kepemilikan 83,65 persen. Melonjak 65,8 persen dari periode sebelumnya hanya 4,5 miliar saham alias 17,85 persen.
Rupanya, Rajawali Kapital Emas menampung saham yang dilepas Rajawali Corpora. Tersebab, saat bersamaan, Rajawali Corpora mendivestasi 16,6 miliar eksemplar dengan harga Rp1.100 per lembar senilai Rp18,26 triliun. Dengan penuntasan transaksi itu, koleksi saham ARCI dalam genggaman Rajawali Corpora menjadi nihil.
Berdasar data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 29 Mei 2026, pemegang saham ARCI di atas 1 persen antara lain Rajawali Corpora 16,6 miliar saham alias 65,80 persen. Rajawali Kapital Emas 4,5 miliar helai setara 17,85 persen. Govvernment of Norway 360,66 juta eksemplar atau 1,43 persen.
CGS International Sekuritas Indonesia mengemas 545,95 juta lembar alias 2,16 persen. Jumlah saham free float 4,01 miliar saham setara dengan 15,89 persen. Jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID 66.297 pihak susut 87 pihak dari bulan sebbelumnya 66.384 pihak. Pemilik manfaat akhir ARCI yaitu Peter Sondakh.
Laba dan Aset Gemuk
Archi Indonesia per 31 Desember 2025 mengemas laba bersih USD101,82 juta. Melangit 874,35 persen dari episode tahun sebelumnya USD10,45 juta. Dengan hasil itu, laba per saham dasar melejit menjadi USD0,0041 dari sebelumnya USD0,0004.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan USD496,23 juta, melesat 72,53 persen dari posisi sama akhir tahun sebelumnya USD287,62 juta. Beban pokok penjualan USD286,18 juta, bertambah dari akhir 2024 senilai USD227,09 juta. Laba kotor USD210,04 juta, melesat dari USD60,52 juta.
Beban penjualan USD476,63 ribu, susut dari USD597,3 ribu. Beban umum dan administrasi USD11,82 juta, bengkak dari USD9,05 juta. Pendapatan operasi lain USD8,08 juta, berkurang dari USD10,61 juta. Beban operasi lain USD1,88 juta, susut dari USD4,89 juta. Laba usaha USD203,95 juta, meroket dari USD56,59 juta.
Related News
Multi Makmur Lemindo (PIPA) Ambil Langkah Strategis dan Konsolidasi
Emiten Hary Tanoe (BCAP) Gelar Hajatan Akbar, Besok Buru Izin Investor
Bursa Global Merah, IHSG Rawan Koreksi Hingga Uji Support di 6.000
TBLA Jadwal Dividen 40 Persen Laba, Yield 8,95 Persen
Emiten Prajogo (TPIA) Cari Modal Rp2,25 Triliun, ini Skemanya
BESS Tabur Dividen, Cum Date 29 Juni 2026





