KAI Siapkan 61,8 Juta Tempat Duduk Pada Periode Angkutan Lebaran
Pada periode angkutan Lebaran, kapasitas angkut KAI Group disiapkan mencapai 61.808.188 pelanggan atau meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya,(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa masa Angkutan Lebaran 2026 moda angkutan kereta api akan berlangsung selama 22 hari, mulai 11 Maret hingga 1 April 2026. Untuk memastikan pengendalian operasional berjalan optimal, KAI menggelar Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari, yaitu pada 13–30 Maret 2026.
"Hingga 13 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket Angkutan Lebaran untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI telah mencapai 2.822.637 tiket dan diperkirakan akan terus meningkat menjelang puncak arus mudik," ungkapnya pada Apel Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 di Halaman Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (13/3).
Pada periode angkutan Lebaran, kapasitas angkut KAI Group disiapkan mencapai 61.808.188 pelanggan atau meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total frekuensi perjalanan sebanyak 49.866 perjalanan. Untuk layanan kereta api jarak jauh, KAI menyediakan sekitar 4,5 juta tempat duduk yang secara operasional dapat melayani hingga sekitar 5 juta pelanggan. Kapasitas tersebut didukung dengan penambahan 62 perjalanan kereta api antarkota per hari selama masa angkutan Lebaran.
KAI juga mendukung berbagai program pemerintah selama Angkutan Lebaran 2026, antara lain stimulus transportasi kereta api berupa diskon tarif hingga 30 persen untuk lebih dari 1,28 juta tempat duduk ekonomi komersial pada periode 14–29 Maret 2026 dengan nilai stimulus pemerintah sebesar Rp116,15 miliar. Selain itu, KAI turut berpartisipasi dalam program Mudik Asyik Bersama BUMN serta program Motor Gratis yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan menyiapkan 56.392 tempat duduk bagi pemudik.
Untuk memastikan kelancaran operasional, KAI melakukan ramp check sarana dan prasarana bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Pemeriksaan tersebut mencakup kesiapan sarana, kondisi jalan rel, sistem keselamatan operasional, serta standar pelayanan minimum pada stasiun dan kereta.
Selain itu, KAI menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran serta menempatkan 3.028 petugas tambahan yang tersebar di berbagai titik pelayanan, pengamanan, kebersihan, serta penjagaan perlintasan sebidang.
Dari sisi sistem digital, KAI juga memperkuat Rail Ticketing System melalui migrasi infrastruktur pada 21 Januari 2026. Sistem ini dirancang untuk menangani lonjakan transaksi selama periode penjualan tiket Lebaran dengan kapasitas antrean hingga 25.000 transaksi per menit sehingga proses pembelian tiket dapat berlangsung lebih stabil.
Pada masa Lebaran tahun ini, KAI juga menghadirkan inovasi layanan perjalanan melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan yang dilengkapi pengaturan tempat duduk dengan konfigurasi 3–2 untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan tarif yang tetap terjangkau. Untuk relasi terjauh pada periode Angkutan Lebaran yaitu Pasarsenen-Lempuyangan, tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan dijual mulai Rp175.000.
KAI juga terus meningkatkan keselamatan perjalanan, khususnya di perlintasan sebidang yang jumlahnya lebih dari 3.700 titik di berbagai wilayah operasi. Sepanjang 2025 hingga Februari 2026, KAI bersama para pemangku kepentingan telah melakukan penutupan dan penyempitan 361 perlintasan sebagai upaya mengurangi potensi kecelakaan serta menjaga kelancaran perjalanan kereta api.(*)
Related News
Cek! Berikut 10 Saham Top Gainers dalam Sepekan
Lakoni Pekan Kelabu, IHSG Terpangkas 5,91 Persen
Beban Puncak Listrik Saat Idulfitri Diperkirakan Capai 31.000 MW
Lindungi Industri Nasional Dari Produk Impor, Sertifikasi Digeber
Industri TPT Siap Hadapi Lonjakan Permintaan Jelang Idulfitri
Pemenang Anugerah Jurnalistik, dan Foto BTN 2026





