EmitenNews.com -PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (9/8/2023). Usai menjadi perusahaan publik, MUTU berkomitmen meningkatkan kinerja dengan fokus mengembangkan ekonomi hijau, syariah, dan digital.

 

Terkait sektor ekonomi hijau, perseroan menyatakan kesiapannya menyambut penerapan perdagangan karbon melalui bursa karbon. Direktur Operasional MUTU Irham Budiman mengatakan, perseroan sudah menjalani sejumlah skema verifikasi dan validasi di sektor perdagangan karbon.

 

"Sebenarnya kami sudah siap dari tahun 2015. Kami sudah masuk menjadi lembaga verifikasi dan validasi dari tahun 2015, dan banyak sekali skema-skema yang sudah dijalankan," kata Irham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/8/2023).

 

Dia menambahkan, perseroan sudah banyak menerima permintaan untuk terlibat aktif mendukung perdagangan karbon. Irham menuturkan, perdagangan karbon tidak dapat berjalan tanpa lembaga verifikasi dan validasi.

 

"Dalam satu bulan terakhir ini, kami intens untuk melakukan koordinasi dengan mitra akreditasi internasional yang mempunyai wewenang untuk menentukan lembaga verifikasi dan validasi. Kami termasuk yang akan mendapatkan pilot project untuk itu," ujar Irham.

 

Sebagai informasi, nilai perdagangan karbon di masa yang akan datang diperkirakan berkisar Rp8.400 triliun. Ke depan, sektor ini yang akan terus dikembangkan oleh MUTU, termasuk mempersiapkan skema untuk masuk ke dalam ekosistemnya.

 

Selain itu, perseroan optimistis industri jasa pengujian, inspeksi dan sertifikasi atau testing, inspection, certification (TIC) masih akan terus tumbuh secara eksponensial di masa mendatang seiring adanya kebijakan hilirisasi industri.

 

Adapun, potensi industri TIC baik di dalam negeri dan global diproyeksi semakin bertumbuh. Nilai pasar TIC global pada 2027 diperkirakan mencapai USD270 miliar atau sekitar Rp4.000 triliun, sedangkan nilai pasar Indonesia saat ini baru Rp20 triliun.

 

Sebelumnya, perseroan melepas sebanyak 942.857.200 lembar saham baru dalam rangka IPO, dengan total dana yang akan diperoleh MUTU sebesar Rp 101,82 miliar. MUTU berencana menggunakan sebesar 66 persen atau sekitar Rp 67,20 miliar dari dana yang diperoleh untuk belanja modal (capital expenditure) guna mengembangkan laboratorium yang sudah ada maupun laboratorium baru yang nantinya menjadi kantor cabang setelah mendapatkan akreditasi.